oleh

300 Kasus Baru Covid-19 Muncul Pasca Libur Nataru

TIMIKA – Kasus Covid-19 di Mimika kembali melonjak pasca libur natal dan tahun baru. Hanya dalam 18 hari terhitung 1-18 Januari 2021, ditemukan ada 300 kasus baru. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra ketika ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan, Selasa (19/1) kemarin.

Reynold mengatakan, jika dirata-ratakan ada 18 kasus baru per hari sejak libur natal dan tahun baru. Ini semakin menambah jumlah kasus di Mimika sejak temuan pertama pada akhir Maret 2020 lalu hingga saat ini yang sudah mencapai hampir 4 ribu atau 3.900 lebih kasus.

Meski kasus cukup tinggi tapi tingkat kesembuhan juga sangat tinggi hampir mencapai 90 persen. Semetara case fatality rate atau kasus kematian masih di bawah satu persen. Kemudian rata-rata testing per minggu bisa mencapai 1.000.

Dua hari lalu atau Senin (18/1), dilaporkan ada satu pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Pasien tersebut juga mengalami penyakit infesksius yakni HIV dan TB. “Ada satu kasus kematian dimana komorbitnya adalah HIV dan TB,” ungkap Reynold.

Reynold menambahkan, dari perhitungan Dinkes Mimika jika didasarkan pada jumlah penduduk Mimika 300 ribu jiwa lebih maka kasus di Mimika diperkirakan bisa mencapai angka 6 ribu kasus. Tapi jika didasarkan pada data BPS dengan jumlah penduduk 200 ribu jiwa maka kasus berada di angka 4 ribuan.

Dengan adanya vaksin yang sudah siap diterapkan maka menurutnya bisa menghentikan laju penularan. Angka kematian juga bisa diturunkan. Itu bisa terlihat pada Bulan Mei mendatang setelah sasaran vaksinasi sudah divaksin mulai dari pekerja, PNS, TNI dan Polri.

Vaksinasi rencana dimulai Jumat (22/1) mendatang di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Mimika. Beberapa tokoh akan mengikuti vaksinasi pertama di Mimika. “Kami harap pimpinan daerah tetap hadir memberikan dukungan. Pemerintah siapkan secara gratis, aman dan melindungi disaat kondisi darurat,” jelasnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *