oleh

Sudah Pemeriksaan Kesehatan, Pemulangan Warga Mulai Hari Ini

TIMIKA – Salah satu prosedur yang harus dipenuhi untuk pemulangan warga tiga kampung yakni Banti 1, Banti 2 dan Opitawak adalah pemeriksaan kesehatan. Agar proses pemulangan tidak tertunda lagi, maka Pemda Mimika melalui Dinas Kesehatan mulai Selasa (19/1) kemarin menerjunkan tim dari Puskesmas Jileale dan PSC 119 untuk melakukan pemeriksaan kesehatan warga yang dipusatkan di Mile 32.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM bersama Pj Sekda Mimika, Jeni Usmany, SPd MPd serta Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Yulianus Sasarari, SSos MM dan Kepala Dinas Kesehatan, Reynold Ubra juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Yosias Lossu turun langsung memantau jalannya pemeriksaan.

Wabup Mimika, John Rettob mengatakan untuk pemulangan warga ke kampung harus melalui beberapa proses. Pemeriksaan kesehatan sudah dilakukan berarti warga yang memang dinilai layak sudah bisa diberangkatkan ke Banti mulai hari ini.

Warga Banti antri melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai syarat pemulangan

Pemeriksaan kesehatan ini kata Wabup, tidak hanya mengenai Covid-19. Tapi semua jenis penyakit diperiksa. Sebab di Banti saat ini fasilitas kesehatan tidak aktif, sementara warga yang sakit tentu membutuhkan penanganan. “Kalau memang ada penyakit atau sakit harus tetap di Timika. Yang naik adalah yang sehat,” ujarnya.

Tahap pertama pemulangan warga dijadwalkan hari ini dari Mile 32. Mengenai  jumlah warga yang akan diberangkatkan tergantung jumlah bus yang disiapkan PT Freeport Indonesia. Wabup menegaskan, semua proses pemulangan ini diatur dan difasilitasi oleh Pemda Mimika. Pemda berkoordinasi dengan PTFI untuk kesiapan akomodasi transportasi.

“Kita (Pemda) siapkan semuanya dan langsung diantar sampai di Polsek Tembagapura. Tidak tinggal di Tembagapura tapi langsung dibawa ke Banti 1, Banti 2 dan Opitawak dengan mobil yang lebih kecil. Pengaturannya semua sudah dilakukan,” terang Wabup Rettob.

Bantuan bahan makanan sudah disiapkan oleh Pemda Mimika melalui BPBD. Beras sebanyak 1,5 ton dan juga kebutuhan lainnya. Bantuan akan disiapkan Pemda hanya dalam jangka waktu satu hingga dua minggu kedepan. Selebihnya warga diminta bisa secara mandiri dengan memanfaatkan pangan lokal.

Tapi ditegaskan Wabup, Pemda Mimika akan melakukan program jangka pendek, menengah dan panjang untuk mengatasi persoalan mulai dari ekonomi masyarakat, layanan kesehatan dan pendidikan. Makanya warga yang sakit dan membutuhkan penanganan tetap diminta di Timika. Begitu pula dengan anak-anak yang sudah bersekolah di Timika. “Anak sekolah tidak boleh berangkat karena semua sudah sekolah di sini,” tegasnya.

Pemda ditambahkan Wabup, sebenarnya ingin memulangkan warga setelah semua fasilitas sudah diperbaiki. Tapi karena masyarakat sudah mendesak dan bersedia dengan kondisi apapun sehingga Pemda memfasilitasi tapi dengan menandatangani surat pernyataan.

“Untuk itu kami minta buat pernyataan jangan suatu saat menjadi bola liar. Kita sudah siap naik dengan kondisi begini karena permintaan sendiri, tapi kemudian di sana tapi menyalahkan pemerintah kembali. Mereka sudah buat dan tandatangan,” ujar Wabup. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *