oleh

137 Warga Tembagapura Sudah Dipulangkan, Pada Gelombang Pertama Rabu (20/1)

TIMIKA – Ribuan warga dari Kampung Banti 1, Banti 2 dan Opitawak, Distrik Tembagapura mendadak dievakuasi pada Maret 2020 lalu karena adanya kontak senjata antara TNI/Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjeta (KKB) di area perkampungan. Warga yang tidak nyaman, memilih dievakuasi ke Kota Timika. Mereka berada di Timika selama sekitar 11 bulan.

Belasan bulan meninggalkan kampung, warga meminta dipulangkan. Situasi keamanan menjadi alasan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika maupun TNI/Polri sehingga tidak berani memulangkan warga. Tapi akhir-akhir ini, warga terus mendesak bahkan menggelar serangkaian aksi.

Proses pemberangkatan warga Waa Banti dari titik kumpul di Mapolres Mimika.

Akhirnya Pemda, TNI dan Polri sepakat memulangkan warga meski dengan prosedur yang sedikit rumit salah satunya rapid test. Meskipun pada akhirnya warga hanya menjalani pemeriksaan kesehatan umum.

Pemeriksaan mulai dilakukan Selasa (19/1) lalu di Mile 32. Dari 148 yang menjalani pemeriksaan, ada 146 dinyatakan sehat dan diperbolehkan kembali ke kampung. Setelah mengantongi surat sehat, pada Rabu (20/1) pagi, warga mulai difasilitasi pulang kampung menggunakan bus PT Freeport Indonesia dengan titik keberangkatan halaman Polres Mimika.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM yang menyaksikan pemberangkatan warga mengatakan, harusnya ada 146 yang diberangkatkan pada kloter pertama. Tapi saat proses naik bus, ada beberapa yang dinyatakan tidak layak sehingga hanya 137 yang bisa berangkat. Ada 6 bus yang disediakan. Lima bus untuk penumpang dan satu bus khusus untuk logistik.

Pemulangan warga harus dilakukan beberapa gelombang mengingat ketersediaan bus. Wabup Rettob juga menyebut, PTFI hanya melayani mobilisasi warga pada Hari Senin sampai Kamis, karena pada Jumat-Minggu untuk layanan operasional PTFI. “Jadi besok (hari ini) satu kloter akan diberangkatkan, nanti kita tunggu hari Senin lagi,” jelasnya.

Tapi lanjut Wabup, pemeriksaan kesehatan akan dilakukan setiap hari. Karena hasil pemeriksaan juga menentukan berapa banyak warga yang bisa dipulangkan saat ada jadwal keberangkatan. Pemeriksaan kesehatan hanya bersifat umum, yakni dinyatakan bebas influenza sebagai gejala Covid-19. Kemudian ibu hamil karena tidak diperbolehkan kembali serta anak sekolah.

Saat mobilisasi warga, Pemda juga langsung menyeratakan bahan makanan. Beberapa pejabat Pemda Mimika juga ikut mendampingi, yakni Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Yan Purba bersama Staf Khusus Bupati. (sun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *