oleh

14 Tokoh Publik Dipersiapkan Vaksinasi Pertama di Mimika

TIMIKA – Vaksinasi Covid-19 di Mimika dijadwalkan mulai Jumat (22/1) besok. Sebanyak 14 tokoh publik di Mimika dipersiapkan menjadi orang pertama menerima vaksin di Mimika. Salah seorang diantaranya adalah Wakil Bupati, Johannes Rettob, SSos MM ketika ditemui di Mile 32 saat memantau proses pemulangan warga Waa Banti, Rabu (20/1) kemarin.

Orang yang dipersiapkan mengikuti vaksinasi sudah menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kelayakan, salah satunya memastikan tidak pernah terinfeksi Covid-19. Namun pada saat hari pelaksanaan, akan dilakukan skrining ulang.

“Saya sudah skrining, soal bisa atau tidak, tergantung hasil skrining dan pemeriksaan pada hari H,” ujarnya.

Selain Wabup, beberapa pejabat Pemda Mimika, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perwakilan DPRD Mimika, TNI, Polri dan PT Freeport Indonesia merupakan daftar penerima vaksin pertama yang rencananya digelar di Kantor Pusat Pemerintahan atau di Pendopo Rumah Jabatan Bupati. Plt Sekda Provinsi Papua juga dijadwalkan hadir menyaksikan vaksinasi.

Sesuai efikasi vaksin Sinovac yang dipakai oleh pemerintah yang mencapai 65 persen, maka target vaksinasi di Mimika sebesar 65 persen dari jumlah penduduk termasuk karyawan PTFI. Tapi akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan prioritas. Pada tahap pertama diprioritaskan kepada para tenaga kesehatan.

Pemda Mimika dikatakan Wabup, akan terus berupaya agar bisa mendapatkan jatah vaksin yang lebih banyak agar bisa mencapai target cakupan yang maksimal. PTFI bahkan berniat secara mandiri melakukan pengadaan vaksin, tapi dikatakan Wabup, ada kebijakan pemerintah pusat yang menyatakan semua harus difasilitasi pemerintah atau satu pintu karena ada proses yang harus dilalui.

Kasus Covid-19 di Mimika sendiri sampai Selasa (19/1) sudah mencapai 3.997 kasus. Pasien sembuh sebanyak 3.569 orang atau 89,2 persen, meninggal dunia 36 orang. Kasus masih terus melonjak bahkan pada 19 hari pertama di Tahun 2021 ada 359 kasus baru atau rata-rata 19 kasus per hari. Angka ini menurut Wabup masih sangat tinggi. Sebab dari 174 spesimen yang diperiksa, 34 diantaranya positif. (sun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *