oleh

Kebijakan Pembubaran Kerumunan Harus Bijak

TIMIKA – Pelaksanaan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui Satgas Covid-19, yangmana aktivitas masyarakat yang menimbulkan kerumunan akan dibubarkan, seperti salah satunya pada pesta pernikahan, diharapkan bisa tetap dilaksanakan dengan bijak.

Politisi Partai Golkar, Merry Pongutan saat ditemui Radar Timika, Rabu (20/1) di Kantor DPRD mengatakan, setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah memang dilakukan untuk kepentingan masyarakat. Namun, kebijakan soal pembatasan aktivitas salah satunya pada pesta pernikahan diharapkan dapat dilakukan dengan lebih bijak.

Aktivitas para pengendara di Jalan Budi Utomo yang tetap mengenakan masker.

Pemerintah sebutnya, diharapkan dapat melihat kepentingan masyarakat yang akan menggelar hajatan pernikahan di tengah pandemi ini. Dengan persiapan yang sudah jauh-jauh hari dilaksanakan oleh keluarga untuk pernikahan, kata Merry, pemerintah diharapkan tidak langsung membubarkan acara tersebut, sebab banyak acara pernikahan yang sudah dilaksanakan sesuai prosedur penerapan Prokes.

“Masyarakat yang sudah mempersiapkan jauh-jauh hari, sudah bayar gedung, catering, mau tidak mau mereka harus melaksanakan itu (pernikahan), memang tetap harus mematuhi protokol kesehatan,” jelasnya.

Jika pemerintah ingin membubarkan acara yang menimbulkan kerumunan massa kata Merry, sebaiknya bukan hanya dilakukan pada saat acara pernikahan saja, melainkan di tempat-tempat umum lainnya juga harus diterapkan.

“Bila masyarakat pada tempat-tempat umum ini saja tidak mengenakan masker dan menjaga jarak maka inilah yang harus ditertibkan,” ujarnya.

Merry yang juga Anggota Komisi B ini mengatakan, dalam penerapan kebijakan pemerintah, diharapkan tidak memberatkan masyarakat apalagi melihat situasi sulit akibat wabah ini. Dengan tingkat perekomian yang turun drastis, pemerintah diharapkan terus bijak dalam menurunkan kebijakanya kepada masyarakat. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *