oleh

Sebelum Tertibkan Bangunan, Pemerintah Diminta Sosialisasi

TIMIKA – Rencana pemerintah untuk menertibkan bangunan yang tidak mengantongi surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) mendapat dukungan dari Legislatif. Namun, yang perlu diperhatikan oleh pemerintah yakni tidak terburu-buru dalam menertibkan bangunan tanpa disertai dengan sosialisasi kepada masyarakat.

Politisi Partai Hanura, Saleh Alhamid saat ditemui Radar Timika, Rabu (20/1) di Kantor DPRD mengatakan, Kabupaten Mimika sedang berkembang dalam sektor pembangunannya. Sektor perekonomian yang didukung dengan pertambahan bangunan di dalam kota Timika ini menandakan berkembangnya kota ini.

Walaupun pemerintah mengklaim jika banyaknya bangunan yang belum disertai dengan kepemilikan IMB, namun mereka tetap diminta bijak sebelum melakukan penertiban. Penertiban dengan pembongkaran bangunan misalnya, harus dilakukan setelah diadakanya sosialisasi kepada masyarakat.

“Untuk penataan kota kita dukung jika bangunan tidak memiliki IMB ditertibkan, namun yang harus diperhatikan adalah harus sosialisasi dulu jauh-jauh hari sebelum ditertibkan,” jelas Saleh.

Sekretaris Komisi C ini mengatakan, pemerintah juga bisa memberikan pemberitahuan kepada masyarakat sebelum membangun harus mengurus dokumen IMB terlebih dahulu. Pemerintah kata Saleh, jangan gegabah dalam menurunkan kebijakan untuk masyarakat.

Lanjutnya, dengan maraknya pembangunan gedung-gedung di seputaran Kota Timika terlebih di kawasan padat seperti Jalan Budi Utomo dan Jalan Yos Sudarso kata Saleh, membantu pemerintah dalam mendapatkan PAD setiap tahunya.

Ditambahkanya, setiap tahun masyarakat pemilik bangunan sudah membayar retribusi maupun pajak. Untuk itulah, pemerintah harus bijak sebelum menertibkan bangunan yang tidak memiliki IMB.

“Pemerintah harus memikirkan dampak yang ada pada masyarakat, harusnya kepentingan masyarakat diutamakan dan tidak mengabaikan kepentingan umum juga,” imbuh Saleh. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *