oleh

Umat Muslim Diharapkan Bersedia Divaksin

TIMIKA – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menerbitkan fatwa mengenai kehalalan vaksin Covid-19 buatan Sinovac. Fatwa ini dikeluarkan menyusul diterbitkannya Emergency Use Authorization (EUA) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Senin (11/1/2021). Dalam Fatwa MUI Nomor: 02 Tahun 2021 tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Science Co. LTD China dan PT Bio Farma (Persero), MUI menyatakan bahwa vaksin tersebut hukumnya suci dan halal.

Ketua MUI Kabupaten Mimika, Ustadz H M Amin AR, SAg saat menghubungi Radar Timika, Rabu (20/1) mengatakan, dengan fatwa tersebut ia meminta kepada seluruh umat Islam di Kabupaten Mimika agar mengehentikan semua polemik yang terjadi atas kesimpangsiuran informasi soal kehalalan vaksin.

Dikatakan Ustadz Amin, dengan fatwa ini maka sudah sangat jelas dengan didukung dari BPOM bahwa vaksin ini halal, suci dan sah untuk digunakan. Sementara terkait dengan pro dan kontra di tengah masyarakat, timbul karena pemberitaan di media sosial. Masyarakat yang terlalu banyak melihat pemberitaan soal vaksin, belum tentu merupakan berita yang valid, namun hoax.

Aktivitas para pengendara di Jalan Budi Utomo yang tetap mengenakan masker.

Soal vaksin ini kata Ustadz Amin, sebaiknya diserahkan kepada para ahlinya, salah satunya para dokter ahli yang membidangi penelitian vaksin.

Alhamdulillah hasilnya halal, lalu kita mau berpolemik, jangan karena kepentingan politik, pribadi atau ketidaksenangan kepada pemerintah sekarang lalu kita membawa berita vaksin ini untuk diviralkan, ini tidak boleh,” jelasnya.

Lanjutnya, karena hal ini termasuk bentuk kemaslahatan, pemberian vaksin merupakan salah satu bentuk ikhtiar sungguh-sungguh dari pemerintah untuk masyarakat, umat Islam agar terhindar dari Covid-19. Masyarakat sebutnya, sampai kapan mau terus menerapkan protokol kesehatan.

Untuk itulah, salah satu ikhtiar umat Islam agar terhindar dari wabah ini adalah dengan mencoba divaksin. Vaksin untuk melindungi tubuh dari Covid-19 ini sebutnya sebagian dari ikhtiar.

MUI sendiri tambah Ustadz Amin, sudah mensosialisasikan fatwa MUI soal vaksin ini kepada masyarakat. Bahkan sebutnya, ia sudah sangat siap untuk divaksin. Dengan diawali pemeriksaan kesehatan oleh pihak RSUD kata Ustadz Amin, ia layak untuk divaksin.

“Saya Insya Allah sehat dan menyatakan siap untuk divaksin, ini adalah bentuk ikhtiar kita sebagai umat Muslim untuk terhindar dari covid-19,” imbuh Ustadz Amin. (ami)

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *