oleh

Enam Patung Perunggu Kini Berdiri di Bundaran Petrosea

TIMIKA – Wajah Bundaran Petrosea mulai terlihat. Salah satu ikon baru Kota Timika itu kini sudah dilengkapi enam buah patung sebagai replika penari Seka dari Suku Kamoro. Patung yang terbuat dari perunggu itu dipasang pada Senin (25/1) kemarin.

Proses pemasangannya sudah mengundang perhatian warga Kota Timika. Ada yang sempat berhenti di sekitar lokasi melihat proses pemasangan sembari mengabadikan lewat kamera telepon genggam.

Purjito sebagai pembuat patung hadir langsung saat proses pemasangan. Ia mengungkapkan proses pembuatan enam buah patung itu sangat singkat yakni hanya dalam dua bulan. Sesuai permintaan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mimika.

Dengan melibatkan sekitar 40 orang, patung setinggi 4 meter dengan berat mencapai 500 kilogram setiap patungnya itu akhirnya selesai dan kini sudah berdiri menghiasi Bundaran Petrosea. Jadi total berat keseluruhan patung mencapai 3 ton. “Dikerjakan hanya dua bulan, sudah selesai ada 6 patung. Kita kerja estafet karena ini waktunya bersamaan. Kita mulai buat maket, buat rangka,” kata Purjito, yang merupakan salah satu pematung ternama di Indonesia.

Model atau bentuk patung mereplika gerak Tari Seka dari Suku Kamoro. Ada dua patung laki-laki penabuh tifa yang dipasang menghadap ke arah jalan bandara yang nantinya dibuka dari Petrosea. Dua patung perempuan dan dua patung laki-laki sebagai penari menghadap ke Jalan Cenderawasih.

Proses pembangunan Bundaran Petrosea belum rampung. Proyek dengan anggaran sekitar Rp 14 miliar itu masih dalam proses pekerjaan, terutama penataan taman di area bundaran. Di dalam bundaran juga nantinya akan terpasang air mancur dengan sorotan cahaya warna warni. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *