oleh

Pengawasan Barang Keluar dan Masuk di Bandara harus Diperketat

TIMIKA –  Pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Mimika selama Januari ini sudah mencapai 11 tersangka selama Januari 2021. Menanggapi hal ini, pihak terkait harus berkoordinasi untuk melakukan pengawasan barang keluar dan masuk di bandara secara ketat.

Ketua DPRD, Robby Kamaniel Omaleng, Senin (25/1) mengatakan peredaran narkotika ini paling banyak datang dari pengiriman barang lewat jalur transportasi udara. Untuk itulah, baik aparat kepolisian, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) dan Bea Cukai Timika diharapkan bisa terus berkoordinasi dan membangun kerja sama guna pengawasan di kawasan bandara dengan lebih ketat lagi.

Dari sisi pengawasan juga kata Robby, bisa melibatkan peran dari tokoh masyarakat dan tokoh agama sehingga peredaran narkotika yang cukup meresahkan masyarakat akhir-akhir ini bisa diminimalisir.

“Saya harap dari pihak BNNK dan Kepolisian kerja sama dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama bisa lakukan pengawasan yang ketat di bandara agar penyalahgunaan narkotika ini bisa diminimalisir,” jelasnya.

Politisi senior Partai Golkar ini mengatakan  penyalahgunaan dan peredaran narkotika kini tidak mengenal usia dan golongan masyarakat. Banyaknya narkotika yang bukan kirim lewat kapal tapi melalui pengiriman dari pesawat membutuhkan pengawasan yang lebih ketat lagi.

Peredaran narkotika juga sebutnya harus diusut tuntas sampai ke jaringannya. Sebab dengan uang yang banyak barulah barang haram ini bisa diperoleh. Peredarannya tambahnya, bukan pada masyarakat kalangan bawah namun melibatkan oknum yang mempunyai kekuatan yang besar di tengah masyarakat.

“Narkotika bermainnya dari tingkat atas tidak seperti miras, maka perlu adanya pengawasan yang lebih ketat lagi. Kita harap kasus yang sama tidak lagi terulang, sebab ini sangat membahayakan generasi penerus bangsa ini,” imbuhnya.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *