oleh

Polsek Miru Pastikan Kwamki Narama Kondusif Pasca Keributan

TIMIKA – Kepolisian Sektor Mimika Baru memastikan wilayah Distrik Kwamki Narama sampai Senin (25/1) siang masih aman dan kondusif setelah sebelumnya sempat sedikit keributan. Keributan itu terjadi setelah adanya salah paham, berkaitan dengan pembahasan denda atas perang yang sudah lalu.

Kapolsek Miru, Kompol Sarraju, Senin (25/1) mengatakan, warga yang berkumpul pada Sabtu (23/1) tersebut berharap kedepannya, tidak ada perang atau kejadian serupa lainnya di Kwamki Narama.

“Tapi pada saat itu ada hal yang belum selesai oleh satu pihak, kemudian merespon dengan agak berlebihan sehingga memancing yang lain, sehingga terjadi keributan,” ujarnya.

“Sempat terjadi pelemparan dengan batu, ada yang membawa alat-alat adat seperti panah. Kita dari Pos Kwamki sendiri, Polsek Miru dan Polres datang merespon dan mengendalikan situasi dalam waktu yang tidak lama kemudian kondusif. Meskipun sempat hujan,” sambung Kompol Sarraju.

Untuk penyelesaiannya, ia menyampaikan, para pihak yang terlibat dalam perundingan itu telah dipanggil. Para pihak dikatakannya telah menyampaikan agar hal itu ke depannya akan diperbaiki. Situasi setelah itu dipastikan kondusif. Meskipun Kompol Sarraju menambahkan, akan tetap menyiagakan anggota untuk mengantisipasi kemungkinan hal serupa terjadi.

“Karena situasinya masih hangat. Kita tetap menempatkan personel untuk melakukan pemantauan. Tapi sampai kini aman terkendali. Bahkan situasi lalu lintas disitu berjalan sebagaimana biasanya,” ungkapnya.

Dari aksi-aksi itu, ia mengatakan sempat terjadi jatuhnya korban. Tetapi dari warga menganggap hal itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Kemudian, ada diantaranya yang dibawa ke RSMM dan pada hari itu juga pulang dan menjalani rawat jalan.

“Tidak ada yang kami amankan. Karena ini memang kami respon dari kedua belah pihak. Kami datang untuk menengahi, dengan mengumpulkan mereka dan berkomunikasi dengan para pihak yang bermasalah. Mereka sudah bersepakat hal itu sudah selesai. mereka bersepakat pula untuk berkumpul kembali untuk membicarakan pembayaran denda adat itu,” tutupnya. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *