oleh

Disperindag Bangun 105 Lapak PKL di Pusat Kuliner Pasar Sentral

TIMIKA – Di tengah pro dan kontra terhadap beberapa kebijakan yang diterapkan di Pasar Sentral, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika melalui  Dinas Perindustrian dan Perdagangan terus berupaya melakukan penataan.

Beberapa hari terakhir warga Mimika ramai mengkritisi penerapan portal otomatis pembayaran retribusi melalui media sosial. Jauh sebelumnya, Disperindag juga disorot karena membuka pusat kuliner di Pasar Sentral hingga menimbulkan kerumunan di masa pandemi Covid-19.

Kepala Disperindag Mimika, Michael Gomar kepada wartawan Jumat (29/1) lalu saat launching portal otomatis pembayaran retribusi parkir mengatakan pihaknya akan terus melakukan evaluasi. Termasuk ketersediaan area parkir dengan menertibkan lapak penjual pakaian bekas atau cakar bongkar. “Kondisi pasar saat ini tempat parkir sangat terbatas sehingga lokasi di sini akan kami siapkan untuk tempat parkir,” katanya.

Pusat kuliner yang dibuka malam hari kata Gomar akan segera dibuka kembali. Disperindag tengah menyiapkan mekanisme agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Membatasi jumlah pengunjung maupun pedagang.

Disperindag saat ini sedang membangun 105 petak lapak bagi pedagang kaki lima. Lapak ini diprioritaskan bagi PKL yang sudah aktif berjualan sebelumnya. Kalaupun belum mencukupi karena disesuaikan dengan anggaran tersedia maka akan disediakan tenda bagi pedagang. “Data mereka sudah ada dan kami akan siapkan, membagikan kepada mereka dari nomor urut satu sampai sekian,” ujar Gomar.

Ia juga menegaskan bahwa semua fasilitas bagi pedagang di pusat kuliner bersifat gratis. Lapak tidak disewakan. Malah fasilitas yang disediakan lengkap mulai dari air bersih, listrik hingga WiFi yang segera disediakan. Fasilitas hiburan bagi pengunjung dan pedagang juga akan disiapkan.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *