oleh

Bangun Grosir, Cara Pemkab Puncak Tekan Harga yang Selangit

*Willem Wandik Resmikan Grosir Beoga dan Sinak
ILAGA – Guna membantu masyarakat Puncak terutama untuk menekan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Puncak yang terbilang selangit, lantaran satu-satunya akses ke wilayah di Kabupaten Puncak harus menggunakan transportasi pesawat, maka di masa kepemimpinan Bupati Puncak Willem Wandik, SE MSi dan Wakil Bupati Pelinus Balinal, SSos Ag, berusaha membangun Grosir. Kini dua Grosir sudah dibangun dan diresmikan oleh Bupati Puncak Willem Wandik. Yakni Grosir di Distrik Beoga dan Distrik Sinak yang peresmiannya dilakukan, Senin (8/2).

Dalam peresmian tersebut, Bupati didampingi oleh Wakil Bupati serta Ketua TP PKK Kabupaten Puncak, Ny Elpina K Wandik, SKM, Kapolres Puncak AKBP Dicky H Saragih, Kepala Dinas Perindakop Kabupaten Puncak Naftali Hagawal, SE yang langsung melakukan penjualan sembako secara simbolis.

Dua grosir tersebut sebenarnya sudah dibangun sejak 2019 dan 2020 lalu, namun baru diresmikan. Dengan adanya Grosir Beoga dan Grosir Sinak, akan menambah satu Grosir sebelumnya yakni Grosir Ilaga di Ilaga yang sudah diresmikan terlebih dahulu sejak 2017 lalu dimasa kepemimpinan Bupati Willem Wandik periode pertama. Sehingga kini di Kabupaten Puncak memiliki tiga Grosir, yang manejemen pengelolaannya dilimpahkan kepada PT BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) Puncak Papua Sejahtera.

Bupati Puncak Willem Wandik, SE MSi kepada wartawan menjelaskan pembangunan grosir ini merupakan tekad dari Pemerintah Kabupaten Puncak, untuk mencapai Visi dan Misi dimasa kepemimpinannya, yaitu “Terwujudnya masyarakat Puncak yang terdidik, sehat dan sejahtera”. Khusus untuk mencapai masyarakat Puncak yang sejahtera, maka salah satu program pemerintah Kabupaten Puncak adalah dengan membangun Grosir. Dimana dalam Grosir ini nantinya akan dijual kebutuhan pokok masyarakat dengan harga dibawah 50 persen dari harga jual pedagang selama ini di wilayah Puncak.

Willem Wandik mencontohkan minyak goreng 5 Liter, jika dipasaran dijual dengan harga Rp 250 ribu, namun di Grosir milik BUMD akan dijual dengan harga Rp 130 ribu. Begitu juga dengan beras 5 Kg dijual di pasaran Rp 600 ribu/sak, namun di Grosir dijual dengan harga 130 ribu. Gula 1 Kg dijual di pasaran biasanya Rp 30 ribu, namun di Grosir dijual dengan harga Rp 20 ribu. Garam besar biasanya di pasaran Rp 30 ribu, sementara di Grosir dijual Rp 20 ribu.

“Banyak warga minta saya turunkan harga, tapi kami pemerintah tidak bisa melarang pedagang di sini untuk turunkan harga seenaknya. Karena ini hukum ekonomi, maka kita hanya bisa melakukan intervensi harga barang dengan membangun Grosir. Namun di Grosir ini kita jual barang dibawah harga pasaran selama ini, nantinya pelan-pelan pedagang juga akan ikut harga yang kita jual di Grosir ini,” ungkapnya.

Menariknya, menurut Willem Wandik, dimana program dari pemerintah Kabupaten Puncak, justru selaras dengan program Pemerintah Pusat yakni Tol Udara dalam bentuk subsidi penerbangan. Begitu juga dengan program Kementerian Perdagangan, peluang tersebut kini pemerintah Puncak melalui BUMD akan mengambil peran Tol Udara. Sehingga pengiriman barang semua akan menggunakan subsidi, dengan demikian harga angkutan barang akan lebih murah ke wilayah Puncak.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *