oleh

Polisi Masih Selidiki Kasus Pencurian Dana Desa di Jalan Baru

TIMIKA – Proses penyelidikan terhadap kasus pencurian uang Dana Desa (DD) senilai RP 300 juta milik Kampung Kulamangon, Distrik Hoya yang dilaporkan hilang pada Bulan Desember Tahun 2020 lalu di seputaran Jalan C Heatubun, masih tetap berjalan.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK yang ditemui Radar Timika, Jumat (5/2) lalu, mengatakan salah satu kendala dalam mengungkap siapa pelaku dalam kasus tersebut, yakni minimnya saksi dan alat bukti.

“Masih dalam penyelidikan, dan minimnya alat bukti pendukung di TKP seperti CCTV. Karena bagaimanapun tapi CCTV itu sangat panting, dan bisa membantu kami penyidik apabila ada tindak pidana yang terjadi,” ujarnya.

Untuk diketahui bahwa uang DD milik Kampung Kulamangon, Distrik Hoya itu dilaporkan hilang saat aparat Kampung Kulamangon yakni kepala kampung, sekretaris, dan bendahara usai mencairkan DD senilai Rp 300 juta dari Bank Papua.

Kemudian mereka dengan menumpangi mobil rental menuju ke agen penjualan tiket di Jalan C Heatubun, lantaran mereka akan kembali ke Kampung Kulamangon dengan menumpangi pesawat perintis.

Lalu saat tiba di agen penjualan tiket, mereka kemudian keluar dari mobil sementara tas yang berisi uang tersebut mereka tinggalkan di dalam mobil.

Kemudian selang beberapa menit, kepala kampung kembali ke mobil untuk mengecek tas yang berinisi uang yang disimpan didalam mobil ternyata tas tersebut sudah tidak ada. Atas kejadian itu, mereka kemudian melaporkan ke Polres Mimika. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *