oleh

Pemda-BPJAMSOSTEK Mulai Terapkan Perda 4 Tahun 2019

TIMIKA – Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika bersama BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK, mulai menerapkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Pekerja Penerima Upah, Pekerja Bukan Penerima Upah dan Pekerja Jasa Konstruksi di Kabupaten Mimika.

Sebagai tindaklanjut dari Perda tersebut, telah dibentuk Tim Pelaksana Pengawasan dan Pengendalian Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 474 Tahun 2020. Tim yang dibentuk akhir Tahun 2020 itu, langsung bekerja ditandai dengan rapat perdana yang digelar pada Senin (8/2) di Hotel Grand Mozza Timika.

Rapat yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM itu merumuskan beberapa kebijakan terkait penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan. Rapat juga dihadiri Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Yulianus Sasarari sebagai Ketua Tim dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mimika, Verry Boekan serta para pimpinan OPD lingkup Pemda Mimika.

Ada beberapa kesepakatan dalam rapat perdana dan menjadi agenda utama tim pada triwulan pertama Tahun 2021. Salah satunya mengenai perlindungan bagi tenaga honorer atau kontrak di lingkup Pemda Mimika. Dalam APBD Tahun 2021 belum dialokasikan anggaran sehingga untuk sementara diusulkan dibayar mandiri dengan skema pemotongan gaji. Selanjutnya akan diusulkan dalam APBD Perubahan Tahun 2021.

Selain itu, tim akan mengusulkan kepada Bupati Mimika agar menyurati atau menginstruksikan perusahaan skala menengah ke atas untuk mengalokasikan keuntungannya untuk program sosial dengan menanggung iuran masyarakat rentan. Juga pendaftaran bagi pekerja di Mimika di setiap perusahaan harus terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mimika.

Wakil Bupati, Johannes Rettob, SSos MM mengatakan Perda sudah ada dan harus diterapkan. Dimana melalui Perda ini, semua perusahaan harus dipastikan sudah melindungi pekerjanya dalam program BPJAMSOSTEK. Termasuk juga pemerintah harus melindungi tenaga honorer.

Untuk tenaga honorer ada tiga skema yang disarankan Wabup Rettob. Pertama bayar mandiri dengan pemotongan gaji. Kedua dialokasikan dari APBD Mimika sebesar Rp 256.507 setahun bagi setiap honorer. Tapi ini harus dipastikan apakah tidak membebani APBD. Skema ketiga, OPD yang menanggung atau membayar iuran setiap honorernya.

Sementara itu Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mimika, Verry Boekan mengapresiasi langkah Pemda Mimika yang serius memperhatikan permasalahan ketenagakerjaan, salah satunya memastikan adanya perlindungan bagi tenaga kerja. Itu terbukti dengan adanya Perda Nomor 4 Tahun 2019.

Tidak hanya itu lanjut Verry, Pemda Mimika mulai dari Bupati, Wakil Bupati hingga OPD terkait menindaklanjuti. Di dalam pertemuan perdana diungkapkan Verry, sudah ada beberapa agenda yang akan dilaksanakan dalam tiga bulan ini.

“Ini progress yang luar biasa, karena Pak Bupati dan Pak Wabup sudah mengarahkan tim segera bekerja. Jadi ini momentum yang luar biasa untuk program BPJS Ketenagakerjaan di Mimika,” terangnya.

Salah satunya menyusun Peraturan Bupati sebagai turunan dari Perda sebagai acuan teknis. Dengan terbentuknya tim , maka dalam waktu dekat pengawasan akan segera dilakukan dengan menyisir badan usaha yang belum mendaftarkan tenaga kerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Namun dipastikan penerapan Perda ini juga perlu sosialisasi. Sehingga dalam pelaksanaan, tim akan sosialisasi sebelum penindakan. Kalau memang ada badan usaha yang bandel maka bisa direkomendasikan mendapat sanksi dalam bentuk tidak mendapat pelayanan publik tertentu seperti izin yang tidak diperpanjang, dicabut dan tidak mendapat IMB.

Mengenai perlindungan bagi honorer, BPJAMSOSTEK akan menunggu bagaimana kebijakan dari Pemda Mimika. Tapi ditegaskannya, itu merupakan amanat Perda. Iuran yang dibayarkan sebesar Rp 21.300 per bulan untuk dua program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *