oleh

Polisi Selidiki Rekaman CCTV untuk Ungkap Kasus Penikaman

TIMIKA – Satreskrim Polres Mimika terus berupaya mengungkap pelaku kasus penikaman terhadap korban yang diketahui bernama Maurits Faidiban yang terjadi terjadi pada Sabtu (6/2) malam di Jalan Budi Utomo. tepatnya di depan SMK Petra.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK yang ditemui Radar Timika, Senin (8/2) kemarin di kantor Pelayanan Polres Mimika menjelaskan, dari keterangan sementara korban, menyebutkan bahwa diduga pelaku merupakan dua orang remaja yang melakukan penikaman terhadap korban Maurits Faidiban.

“Korban saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Mimika dan memang belum bisa kita mintai keterangan. Cuma informasi dari korban yang saat itu kita mintai keterangan pelan-pelan, bahwa pelaku remaja ada dua orang,” tuturnya.

Lebih lanjut AKP Hermanto menjelaskan, kejadian penikaman terjadi ketika korban yang kesehariannya merupakan tukang ojek itu, saat melintasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) lalu yang diduga dua pelaku itu kemudian memanggil korban dengan sebutan ojek.

“Karena saat itu dipanggil ojek, lalu korban berhenti dan katanya saat itu ada sedikit cekcok, akhirnya korban di aniaya. Kami masih cari pelakunya, cuma kita sudah amankan ada satu buah parang yang panjangnya kurang lebih 30 sampai 40 cm. Kita masih telusuri apakah alat tajam itu punya pelaku ataukah bukan, karena tidak ada bekas darah di parang itu. Makanya kita masih tunggu kondisi korban membaik, lalu nanti kita mintai keterangan lagi,” urai Kasat Reskrim.

Akibat penikaman itu, kata Kasat Reskrim mengakibatkan Maurits Faidiban mengalami luka pada perut bagian atas, dan harus menjalani perawatan medis di RSUD Mimika.

“Korban tidak kenal dengan pelaku, makanya kita masih lakukan penyelidikan apa motifnya. Nanti coba kita maksimalkan rekaman CCTV di sekitar TKP, karena informasinya pelaku sebagiannya lari ke arah Jalan Kartini dan sebagiannya lagi larinya kearah gang depan SMK Petra itu,” paparnya. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *