oleh

Anggaran untuk Biayai Mahasiswa Timika Capai Rp 70 Miliar

TIMIKA – Alokasi anggaran yang digunakan untuk membiayai para mahasiswa dari Kabupaten Mimika di 15 kota studi se Indonesia dan 3 negara (California, Philipina dan China) di Tahun 2021 mencapai Rp 70 Miliar. Pemda Kabupaten Mimika melalui Bagian Sumber Daya Manusia (SDM), mengusulkan anggaran Rp 70 miliar guna membiayai keperluan para mahasiswa di tahun 2021 ini.

Kabag SDM Marthinus Jangkup Nuboba, SE saat dijumpai Radar Timika, Rabu (10/2) di Kantor DPRD mengatakan dari alokasi anggaran yang diusulkan guna membiayai studi para mahasiswa Timika baik yang berkuliah di beberapa kota studi di Indonesia maupun di tiga negara, namun dengan situasi sulit di tengah pandemi Covid-19 ini, pihaknya belum bisa menjawab semua kebutuhan mahasiswa.

“Sampai saat ini kami estimasi biaya untuk kebutuhan mereka (mahasiswa) ini sekitar 70an (miliar), namun anggaran yang ada sekarang Rp 2,4 miliar” ujarnya.

Lanjutnya, di tengah situasi wabah global ini, menyebabkan anggaran di daerah ini mengalami defisit. Dengan defisit anggaran inilah, di tahun 2021 ini dari usulan anggaran tersebut ternyata tidak terealisasi.

Walaupun anggaran yang akan terealisasi nantinya tidak sesuai dengan usulan, namun Marthinus berharap jika anggaran yang ada bisa tetap membantu para mahasiswa sehingga mereka bisa melaksanakan studinya dengan lancar.

Saat ini Bagian SDM sebutnya memang mengalami sedikit kendala karena anggaran yang belum cukup untuk mengcover semua kebutuhan mahasiswa. Untuk itulah, pihaknya berharap kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) maupun wakil rakyat bisa memperhatikan anggaran bagi mahasiswa se Timika yang sampai saat ini masih tengah menimba ilmu di berbagai kota studi dan internasional.

“Kami berharap baik tim anggaran maupun dewan bisa memperhatikan anggaran untuk membiayai para mahasiswa yang sementara ini berkuliah di beberapa kota studi di 15 perguruan tinggi se Indonesia dan tiga negara tadi,” jelas Marthinus.

Lanjutnya, dari 15 perguruan tinggi dan 3 negara, jumlah mahasiswa se Timika sampai 1800 orang. Dari 1800 orang, sebagian besar adalah putra daerah dan mahasiswa yang Lahir Besar di Timika (Labeti).

Dari 1800 orang ini tambahnya ada sekitar 900-an mahasiswa aktif (berada di kota studi) dan sisanya karena ada beberapa persoalan seperti mahasiswa yang eksodus dan ditambah masih situasi pandemi Covid-19, mereka berkuliah dengan sistim daring.

“Yang aktif ada 900-an mahasiswa, sisanya masih belajar online,” imbuhnya.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *