oleh

Kapolda Jenguk Korban Penembakan di RSUD Mimika

TIMIKA – Untuk memastikan langsung kondisi kesehatan Ramli NR (32) yang merupakan korban penembakan Kelompok Kriminal Besenjata (KKB) di Kampung Bilogai, Distrik Supaga, Kabupaten Intan Jaya, Kapolda Papua, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw, Rabu (10/2) siang, menjenguk Ramli NR yang saat ini sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika.

Kedatangan Kapolda Papua, didampingi beberapa pejabat utama Polda Papua, serta Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK.

Kapolda Papua yang ditemui wartawan di RSUD Mimika mengatakan, kondisi korban Ramli NR sendiri sudah mulai membaik dan kini dalam proses pemulihan.

“Tadi (Kemarin, red) saya konfirmasi dengan para dokter yang menangani, sementara kondisi korban sudah jauh lebih baik. Dan tidak ditemukan proyektil yang tersimpan di dalam jaringan tubuh korban. Sehingga memudahkan untuk penanganan secara medis. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa sembuh,” jelasnya.

Kapolda membeberkan bahwa pelaku penembakan terhadap Ramli NR itu diduga merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Undius Kogoya.

“Seseorang yang diduga adalah kelompok dari pada Undius Kogoya. Dan Undius Kogoya itu adalah adik dari Tandi Kogoya, yang sudah kita tindak tegas ketika dia mengeksekusi beberapa karyawan PT Freeport Indonesia di Lowland beberapa waktu lalu,” ujar Kapolda.

Sehingga menurutnya bahwa identitas pelaku penembakan sendiri telah didapatkan, sebab itu pihaknya akan terus melakukan pengejaran.

“Keterangan beberapa saksi bahwa mereka kenal dengan pelaku ini, hari-harinya tidak jauh dari rumah korban, tapi entah apa yang menyebabkan yang bersangkutan melakukan kekerasan bersenjata kepada korban ini,” ungkap Irjen Waterpauw.

Berdasarkan keterangan dari saksi mata, Kapolda menyebut bahwa pelaku melakukan penembakan terhadap korban menggunakan senjata api laras pendek. Pelaku juga memang diduga sudah merencanakan aksi penembakan itu.

“Keterangan dari para saksi dan juga korban, bahwa saat pelaku datang, memang tangan pelaku sudah dalam posisi tetap berada di dalam baju atau jaketnya yang diduga dia menyimpan senjata itu,” tuturnya.

Bahkan kata Kapolda bahwa ia telah memerintahkan kepada satuan tugas untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Kalau perintah saya jelas dua pilihan, tangkap kalau dia bisa ditangkap. Kalau tidak, tindak tegas dan terukur sesuai dengan SOP. Karena dia sudah melakukan tindakan kekerasan yang mengakibatkan keresahan bagi masyarakat di sekitar Sugapa maupun Intan Jaya pada umumnya,” tegas Irjen Waterpauw. (tns)

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *