oleh

Polda Papua Teken Kerja Sama dengan PTFI

TIMIKA – Kapolda Papua, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw yang didampingi beberapa pejabat utama Polda Papua, Rabu (10/2) kemarin menamdatangani perjanjian kerja sama antara Polda Papua dan PT Freeport Indonesia (PTFI) terkait pengamanan objek vital nasional perusahaan pertambangan tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang pertemuan Hotel Horison di Jalan Hasanuddin itu, juga dihadari oleh beberapa perwakilan dari management PTFI, salah satunya VP SRM PTFI, Arief Nasuha.

Kapolda Papua yang ditemui wartawan usai kegiatan penandatangan perjanjian kerja sama mengatakan, kerja sama itu merupakan bentuk tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah di tandatangani oleh Kapolri dan pihak PTFI pada Tahun 2019 di Jakarta, terkait dengan pengamanan objek vital Nasional.

“Jadi pengamanan PT Freeport Indonesia yang merupakan objek vital Nasional, ditangani oleh kepolisian dalam hal ini kami selaku pelaksana di lapangan meninjaklanjuti dengan kesepakatan perjanjian-perjanjian yang berkaitan dengan hal-hal yang detail, tentang bagaimana kita melakukan pengamanan. Kemudian bagaimana menegakan hukum, termasuk juga melindungi dan melayani semua aktivitas operasional dari perusahan itu sendiri, serta melindungi masyarakat yang ada di lingkungan PT Freeport Indonesia,” jelas Irjen Waterpauw.

Kapolda menerangkan, yang menjadi dasar dan landasan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama antara pihak kepolisian dalam hal ini Polda Papua dan PTFI yakni Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 63 Tahun 2004 tentang pengamanan objek vital nasional. Kemudian Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian yang juga mengatur tentang pelaksanaan tugas-tugas kepolisian secara umum maupun secara khusus.

“Itu landasan hukum yang kita pedomani dalam menerima amanah, tugas dan tanggung jawab serta wewenang kepada Kepolisian Negera Republik Indonesia untuk ikut terlibat dalam pengamanan objek vital Nasional dalam hal ini PT Freeport Indonesia,” ucapnya.

Irjen Waterpauw menambahkan, untuk pengamanan objek vital nasional, khususnya PTFI sendiri, kepolisian telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Amole yang tugasnya melaksanakan pengamanan di area PTFI. Dalam satgas tersebut ada kurang lebih 833 personel yang terlibat.

Sementara itu VP SRM PTFI, Arief Nasuha menambahkan, pengamanan objek vital nasional khususnya PTFI, merupakan kerja sama yang baik dari TNI dan Polri dalam mendukung pengamanan operasional PTFI.

“Jadi ini sinertigas antara Polri dan TNI untuk mengamankan PTFI yang merupakan objek vital nasional,” paparnya. (tns)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *