oleh

Kenalan di Medsos, Seorang Tukang Ojek Setubuhi Remaja 14 Tahun

TIMIKA – Seorang anak di bawah umur sebut saja Bunga (14 tahun) dilaporkan menjadi korban persetubuhan yang dilakukan oleh pelaku berinisial HI alias AI (25) warga Jalan Sam Ratulangi, gang Pongtiku.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK ketika ditemui Radar Timika, Kamis (11/2) siang di ruang kerjanya menjelaskan, pelaku telah diamankan pihak kepolisian dan sementara menjalani pemeriksaan oleh penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mimika.

AKP Hermanto menjelaskan, kejadian bermula ketika HI alias AI berkenalan dengan korban melalui Media Sosial (Medsos). Kemudian setelah berkenalan, pelaku lalu kemudian berkomunikasi dengan korban melalui medsos.

Dan selang tiga hari kemudian, tepatnya Hari Rabu (3/2) lalu, pelaku lalu mengajak korban untuk pergi dengan alasan ingin membeli makanan di warung.

“Tanggal 3 Februari, korban di jemput oleh pelaku dan diberi uang tunai Rp 100 ribu dengan iming-iming uang itu nanti mau beli cemilan,” tuturnya.

Setelah itu kata Kasat, pelaku HI alias AI lalu membawa korban bunga ke rumahnya di Jalan Sam Ratulangi, gang Pongtiku.

“Sampai di rumah, pelaku lalu menyuruh korban untuk masuk ke kamar pelaku kemudian pelaku mengajak korban bercerita,” sambung AKP Hermanto.

Selanjutnya menurut Kasat bahwa pelaku HI alias AI saat itu lalu mulai merayu dan mengajak korban untuk melakukan hubungan badan, layaknya pasangan suami istri.

“Pengakuan pelaku, dia lakukan sebanyak empat kali. Pelaku juga merekam video tubuh bugil korban, lalu pelaku mengirim video itu ke korban. Dengan alasan apabila mungkin pelaku mau minta hubungan badan, dan tidak diberikan oleh korban maka pelaku ancam akan menyebarkan video itu. Jadi kejadiannya tanggal 3 Februari sekitar jam 11 malam,” urai AKP Hermanto.

Kasus tersebut terungkap setelah korban mengadukan terkait video syur tersebut ke orang tuanya. “Korban mengadu ke bapaknya, sehingga orang tua korban langsung melapor ke Polres Mimika pada tanggal 8 Februari,” kata Kasat Reskrim.

Akibat perbuatannya, pelaku HI alias AI terancam pidana penjara 15 tahun sebagaimana diatur dalam Pasal 81 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (tns)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *