oleh

Pemerintah Diminta Tidak Bebani Masyarakat Dengan Retribusi di Pasar Sentral

TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika diminta untuk tidak memberikan beban kepada masyarakat, baik pedagang maupun pembeli yang datang ke Pasar Sentral dengan membayar retribusi parkir. Akibat dari penarikan retribusi parkir dengan dukungan mesin portal otomatis tersebut, para pedagang mengeluhkan dagangan mereka sangat sepi.

Akibat dagangan yang sangat sepi semenjak pemasangan portal otomatis, Kamis (11/2) puluhan pedagang baik mama-mama Papua maupun pedagang lainnya, melakukan aksi bakar kayu di depan pintu masuk dan pintu keluar Pasar Sentral. Mereka berharap pemerintah bisa bijak soal pemberlakuan penarikan retribusi parkir, yang harus dilihat dampaknya khusus bagi pedagang itu sendiri.

Menanggapi keluhan dari para pedagang, Anggota Komisi B DPRD, M Nurman S Karupukaro yang datang langsung ke lokasi pasar mengatakan, pemberlakuan penarikan retribusi parkir memang merupakan terobosan yang sangat baik untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun, yang perlu diperhatikan oleh pemerintah yakni, para pedagang maupun pengunjung pasar merasa terbebani, karena harus membayar retribusi berkali-kali apabila masuk ke pasar lebih dari satu kali. Karena enggan membayar parkir, maka banyak pembeli yang tidak lagi memilih berbelanja di Pasar Sentral dan dagangan mama-mama Papua maupun pedagang lainya harus merugi.

“Kami apresiasi upaya Disperindag untuk penarikan retribusi parkir ini, namun imbasnya kita lihat pembeli sepi, sampai ada mama-mama yang bilang jualanya tidak laku, tidak sanggup lagi dia bawa pulang. Bagaimana pasar mau rame kalau pembeli juga malas berkunjung karena retribusi parkir ini,” jelas Nurman.

Lanjutnya, untuk saat ini akses masuk dan keluar dengan diterapkanya portal otomatis, pedagang berharap mereka diberikan kebijakan untuk hanya membayar satu kali saja walaupun mereka nantinya masuk berulang kali.

Dengan membayar satu kali saja, pedagang bisa mendapat keuntungan dari daganganya dan tidak memikirkan harus mengeluarkan uang berkali-kali untuk retribusi ini. Selain itu, bagi para ojek juga diharapkan hanya membayar retribusi parkir satu kali saja ketika membawa penumpang ke Pasar Sentral.

Dari keluhan para pedagang, Nurman berharap aktivitas keluar masuk kendaraan dalam sepekan ini tidak ditarik retribusi parkirnya, terlebih dahulu sebelum ada kebijakan yang nantinya diambil oleh pihak terkait. Jika kebijakan baru tidak diambil lagi, ia khawatir para pedagang akan kembali melanjutkan aksinya pada awal pekan depan.

“Kami harap portal otomatis ini tidak diaktifkan terlebih dahulu pekan ini, setelah ada koordinasi pihak terkait untuk solusi yang terbaik bagi pedagang dan pengunjung barulah bisa diaktifkan lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Sentral, Charles Pakage mengatakan memang apa yang dikeluhkan oleh para pedagang soal jumlah pembeli yang berkurang semenjak pemberlakukan portal otomatis benar adanya. Para pedagang sebutnya, berharap portal otomatis ini tidak berjalan terlebih dahulu.

“Mereka (pedagang) minta portal jangan diaktifkan dulu, kalau memungkinkan beberapa bulan baru kita aktifkan kembali,” ujarnya.

Soal tidak diaktifkannya portal pada pekan ini sebutnya Charles sudah dikoordinasikan dengan Kadisperindag. Sampai kapan portal ini tidak dibuka, sebutnya akan dikoordinasikan lagi dengan Disperindag. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *