oleh

Tinjau Banti, Wamen PUPR Dorong Pemda Percepat Pemulihan

TIMIKA – Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jhon Wempi Wetipo kembali melakukan kunjungan kerja di Mimika. Salah  satu agendanya meninjau Kampung Banti dan sekitarnya di Distrik Tembagapura untuk melihat kondisi masyarakat.

Kepada wartawan di Rimba Papua Hotel, Jumat (12/2) kemarin, Jhon Wetipo mengatakan ia hadir sebagai orang Papua, karena persoalan warga Banti menjadi isu yang akhir-akhir ini disorot, bahkan penanganannya berlarut-larut.

Menurutnya, penangan terhadap warga dan infrastruktur di Banti merupakan tugas Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika. Untungnya ia ikut didampingi Wakil Bupati, Johannes Rettob, SSos MM untuk melihat langsung sekaligus berdiskusi dengan manajemen PT Freeport Indonesia untuk mencari solusi penanganan jangka pendek.

Warga lanjut Jhon, kembali saat kondisi kampung belum siap. Infrastruktur rusak pasca insiden kontak senjata. Infrastruktur seperti gedung sekolah, rumah sakit hingga rumah warga hancur. “Ini yang kemudian butuh komitmen kerjasama kembali pemerintah, PTFI untuk kita membangun infrastruktur kembali supaya masyarakat bisa lebih baik,” ujarnya.

Kementerian PUPR kata dia, siap membantu asalkan ada inisiatif dari Pemda Mimika sebagai otoritas wilayah. Setelah kunjungan, Jhon Wetipo akan kembali duduk bersama Pemda Mimika yang diharapkan dihadiri langsung oleh Bupati sebagai pengambil kebijakan.

Mengenai pembangunan rumah bagi masyarakat, Wamen sudah mendapat masukan dari PT Freeport Indonesia yang juga berharap adanya inisiatif dari Pemda Mimika. Dimana menurutnya, untuk skala Banti masih bisa ditangani oleh Pemda Mimika. “Apa yang diharapkan oleh PTFI, itu sebenarnya sinergi kerjanya, jadi bukan hanya tanggungjawab PTFI. Mereka sangat terbuka, tapi yang punya rakyat adalah Pemda,” tandasnya.

Kemen PUPR juga ditambahkannya, pasti akan membantu jika ada permintaan dalam bentuk dokumen legal dari Pemda Mimika. Tidak  hanya perumahan, tapi juga infrastruktur jalan dari Timika ke Banti. “Katakanlah jalan dari Timika sampai Banti tidak bisa terbangun karena kondisi keuangan yang terbatas, nanti bikin surat legal kepada kita untuk dilanjutkan,” ujarnya. (sun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *