oleh

Alat Penjepit Tali Pusar Jadi Petunjuk Ungkap Kasus Pembuangan Bayi

TIMIKA- Proses penyidikan terhadap kasus pembuangan bayi perempuan, yang dilakukan oleh pelaku masing-masing berinisial KN dan CA yang merupakan pasangan muda mudi itu masih terus berjalan.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK saat ditemui Radar Timika, Senin (15/2) kemarin di ruang kerjanya mengatakan, untuk tersangka KN saat ini sudah diamankan di ruang tanahan Polres Mimika. Sementara untuk tersangka CA yang merupakan ibu dari bayi itu, masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa kedua tersangka berhasil diungkap pihak kepolisian setelah, ditemukan tanda medis berupa alat penjepit tali pusar bayi, yang saat itu masih terpasang pada tali pusar bayi perempuan itu.

“Hasil penyelidikan, biasanya kalau bayi yang lahir itu pasti ada tanda di bayi. Karena saat itu kita dapati tanda semacam klem di tali pusar bayi, makanya dari situlah kita kembangkan. Kemudian saat kita bawa bayinya ke Caritas, dikasih tahulah bahwa klem itu dari rumah sakit makanya begitu kita cek di rumah sakit tersebut, memang benar ada bayi yang baru lahir,”jelas Kasat Reskrim.

Kasat juga menjelaskan, bahwa dari hasil penyelidikan diketahui bahwa proses persalinan bayi itu, pada salah satu rumah sakit swasta yang ada di Kota Timika.

“Setelah kita cek di rumah sakit tempat tersangka perempuan bersalin, ternyata muncul biodata semuanya dan juga nomor handphone. Lalu kita cek keberadaan nomor handphone itu, memang mengarahnya ke si laki-laki. Makanya saat kita di rumahnya perempuan, kita coba komunikasi dengan nomor handphone itu, dan akhirnya laki-laki datang ke rumah perempuan,”urainya.

Dalam proses interogasi awal kata AKP Hermanto bahwa kedua tersangka masih belum mengakui perbuatannya. Namun setelah dilakukan pemeriksaan pada handphone milik pelaku KN, barulah terungkap bahwa sebelum bayi itu dibuang ada komunikasi antara tersangka KN dan tersangka CA.

“Begitu kita cek handphonenya, ternyata ada percakapan antara kedua tersangka mengenai proses pembuangan bayi itu. Jadi yang membawa bayi itu di lokasi ditemukan bayi itu, adalah tersangka KN,”ungkap Kasat Reskrim.

Kemudian ia juga menguraikan bahwa tersangka CA datang ke salah satu rumah sakit swasta yang ada di Kota Timika, diantar oleh tersangka KN untuk proses persalinan. Namun usai menjalani proses persalinan, kedua tersangka kemudian membawa kabur bayi yang baru dilahirkan oleh tersangka CA melalui pintu belakang rumah sakit swasta tersebut.

“Pasien masuk ke rumah sakit Hari Jumat, tanggal 12 jam 12. 30 WIT, dan keluar pada hari yang sama jam 18.30 WIT lewat pintu belakang. Jadi memang ada security rumah sakit itu yang melihat mereka keluar, makanya nanti kita mau mintai keterangan lagi dari security itu. Pasien melahirkan belum waktunya, karena usai kehamilan baru 33 minggu, jadi bayinya lahir secara premature dengan berat 1,8 kg,”jelas AKP Hermanto.

Kasat juga mengungkapkan akibat perbuatan mereka, kedua tersangka di persangkakan Pasal 305 KUHPidana yang berbunyi, “Barang siapa menempatkan anak yang umurnya belum tujuh tahun untuk ditemukan, atau meninggalkan anak itu dengan maksud untuk melepaskan diri dari padanya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan”.

Subsider Pasal 308 KUHPidana yang berbunyi, “Jika seorang ibu karena takut akan diketahui orang tentang kelahiran anaknya, tidak lama sesudah melahirkan, menempatkan anaknya untuk ditemukan atau meninggalkannya dengan maksud untuk melepaskan diri dari padanya. Maka maksimum pidana tersebut dalam Pasal 305 dan 306 dikurangi separuh junto Pasal 55 KUHPidana.

Untuk diketahui bahwa sesosok bayi perempuan ditemukan pada Jumat (12/2) sekitar pukul 23.00 WIT di Jalan C Heatubun di area sekitar depan Balai Latihan Kerja (BLK). Bayi tersebut di dalam karton bekas.

Aparat kepolisian yang menerima laporan terkait kasus penemuan bayi itu langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan kemudian membawa bayi itu ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Caritas untuk mendapatkan perawatan medis.

Di TKP, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu buah karton, satu lembar selimut berlogo Garuda. Kemudian satu lembar baju kaos berwarna hitam, dan satu buah botol dot berisikan 150 gram susu.

Dan dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya berhasil mengamankan dua tersangka yang merupakan orang tua dari bayi yang dibuang itu. Dari hasil pemeriksaan terhadap kedua tersangka, mereka nekat membuang bayi yang merupakan anak kandung mereka itu, lantaran takut ketahuan orang tua mereka. Pasalnya kedua tersangka masih dalam status pacaran.

Kemudian dari hasil kesepakatan dari keluarga kedua belah pihak, bayi itu di rawat oleh pihak keluarga perempuan sementara pihak keluarga laki-laki juga membantu biaya perawatan bayi. (tns)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *