oleh

Satu Prajurit TNI Gugur dalam Kontak Tembak Dengan KKB di Intan Jaya

TIMIKA – Kontak tembak antara tentara dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB), kembali terjadi. Senin (15/2) pagi kemarin, kontak tembak terjadi di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Dalam kontak tembak tersebut, dilaporkan seorang prajurit yang diketahui bernama Prada Ginanjar Arianda gugur akibat tertembak di bagian perut. Prada Ginanjar adalah anggota Satgas Batalyon Infantri 400/BR yang tergabung dalam satuan tugas pengamanan daerah rawan (Satgas Pamrahwan).

Saat dilakukan pembersihan oleh tim gabungan, ditemukan satu butir amunisi dan satu selongsong kaliber 5,56 mm.

Kepala Penerangan Kogabwilhan III, Kolonel CZI IGN Suriastawa membenarkan kejadian tersebut. “Saat ini masih dilaksanakan pengejaran oleh Tim yang ada di lapangan,” ucapnya.

Suriastawa menambahkan bahwa Prada Ginanjar Arianda (22 th) merupakan anggota Satgas Yonif R 400/BR, asal satuan Yonif 406 Brigif 4 dibawah Kodam IV/Diponegoro. Korban akan segera dievakuasi dimakamkan di kampung halamannya Desa Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat.

“Pimpinan dan keluarga besar TNI mengucapkan bela sungkawa atas gugurnya putra terbaik TNI di medan tugas demi membela bangsa dan negara,” ujar Suriastawa.

Jenazah Prada Ginanjar sudah dievakuasi ke Timika dengan menggunakan helikopter yang sebelumnya membawa Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono dan rombongan ke Sugapa.

* Kapolda Sampaikan Bela Sungkawa

PADA kesempatan terpisah, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyampaikan bela sungkawa atas gugurnya prajurit dari Yonif 400/BR yang tergabung dalam satuan tugas pengamanan daerah rawan di Kabupaten Intan Jaya.

“Kami turut berduka cita atas gugurnya Prada Ginanjar dalam kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya, Senin pagi,” ungkap Irjen Pol Waterpauw kepada ANTARA, di Jayapura Senin petang.

Polda Papua akan terus berkolaborasi dengan Kodam XVII Cenderawasih dan satuan tugas untuk mendukung kepolisian dalam penegakan hukum.

Ada banyak kendala yang dimiliki Kabupaten Intan Jaya karena memiliki karakteristik yang berbeda dengan daerah-daerah di kawasan pegunungan tengah lainnya, yakni selain letak geografis juga kondisi alam dimana wilayah itu jarang penduduknya.

Karena itu akan dibuat konsep terpadu tentang pengamanan dimana sebagai wilayah yang punya teritori dan dibantu satuan tugas mempunyai tanggung jawab besar, tutur Waterpauw.

Ketika ditanya tentang tantangan “perang” dengan KKB, Waterpauw menegaskan TNI-Polri siap namun apakah nantinya KKB bisa dipastikan tidak melibatkan warga sipil? tanya Waterpauw seraya menambahkan, bila itu bisa dipenuhi KKB maka akan dilakukan tindakan tegas dan terukur.

Saat ini Pemda Intan Jaya sudah menyiapkan tempat untuk menampung personel yang akan ditugaskan di wilayah itu dan Polda Papua juga sudah mengirim kendaraan operasional ke Sugapa.

Kendaraan operasional saat ini sudah berada di Sugapa dan diharapkan dapat memudahkan kegiatan anggota dalam melaksanakan tugasnya, ujar Irjen Pol Waterpauw. (al/ant)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *