oleh

Sekelompok Warga Gelar Aksi Demo di Kuala Kencana

TIMIKA – Sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan pemilik hak ulayat tiga lembah, yakni Tsinga, Waa Banti dan Arwanop, Selasa (16/2) pagi kemarin menggelar aksi demo damai di Kuala Kencana, tepatnya di depan kantor Office Building (OB) 1.

Kapolsek Kuala Kencana, Iptu Yakobus Sera Ayatanoi yang dikonfirmasi Radar Timika kemarin menyebutkan, aksi demo damai yang di koordinator oleh Obaja Magal dan Karel Kum itu, intinya menuntut agar segera membubarkan Departement Community Development PTFI yang disebutnya tidak terbuka dalam pengelolaan dana 1 persen.

“Tuntutan mereka untuk bubarkan Comunity Development PTFI dan meminta Mabes Polri segera periksa oknum-oknum yang mengelola dana 1 persen. Aksi diikuti sekitar 25 orang,” ujar Kapolsek.

Menurut Kapolsek, aksi demo damai itu mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Mimika, Kompol I Nyoman Punia, SSos.

Penyampaian Wakapolres Mimika bahwa aksi demo damai yang dilakukan itu melanggar aturan Undang-Undang yang berlaku. Pasalnya PTFI merupakan Objek Vital Nasional. Selain itu, aksi demo damai itu juga tidak mengantongi izin resmi dari pihak kepolisian.

Kapolsek menambahkan, setelah pihak kepolisian melakukan negosiasi dengan massa pendemo, akhirnya pada pukul 08.35 WIT massa kemudian dibawa ke kantor Polres Mimika untuk dilakukan mediasi dengan pihak perwakilan dari management PTFI.

“Kesimpulan sementara hasil mediasi bahwa mereka memberikan waktu selama 3 hari kepada Departement Community Development PTFI untuk konfirmasi terkait pertemuan antara perwakilan masyarakat pemilik hak ulayat tiga lembah dengan Bapak Toni Wenas. Jadi mengenai kapan waktunya, kami tunggu saja,” paparnya. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *