oleh

BNN Mimika Musnahkan Sabu-Sabu 43, 40 Gram

TIMIKA- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika, Rabu (17/2) lalu melakukan pemusnahan terhadap Narkotika golongan I jenis sabu-sabu seberat 43,40 gram, dari total jumlah barang bukti seberat 45, 27 gram milik dua orang tersangka masing-masing berinisial NA alias Alam, dan Ri.

Kegiatan pemusnahan barang bukti Narkotika jenis sabu-sabu itu, dilaksanakan di kantor BNNK Mimika di Jalan Cenderawasih, dan dipimpin Kepala BNNK Mimika, Kompol Mursaling, SH MH yang dihadiri oleh Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Mansur, SH.

Kemudian Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Mimika, Habibe Anwar, SH, serta saksikan langsung oleh kedua tersangka yang didampingi Penasihat Hukum (PH) Ruben Hohakay, SH.

Berdasarkan data dari BNNK Mimika kepada Radar Timika menyebutkan, pemusnahan barang bukti narkotika itu dilakukan dengan cara di masukan ke dalam sebuah wadah, kemudian disiram dengan air panas.

Selanjutnya air yang berisi narkotika jenis sabu-sabu itu kemudian dibuang ke dalam lubang closet.

Kedua tersangka diamankan petugas BNNP Papua, pada Selasa (2/2) lalu. Dimana pengungkapan kasus tersebut bermula saat tersangka NA alias Alam, saat itu menerima telepon dari salah satu saudaranya yang diketahui berinisial J, yang menyampaikan bahwa paket milik tersangka NA alias Alam, tersebut sudah berada di kantor salah satu jasa pengiriman barang yang ada di Kota Timika.

Kemudian saat itu, tersangka NA alias Alam lalu mengajak tersangka Ri yang merupakan istri sirinya, untuk sama-sama pergi mengambilkan paket yang berisikan narkotika jenis sabu-sabu itu di kantor jasa pengiriman barang.

Selanjutnya saat tiba di depan kantor jasa pengiriman barang, tersangka NA alias Alam, lalu menyuruh tersangka Ri untuk masuk ke dalam kantor jasa pengiriman barang untuk mengambil paket tersebut, sementara tersangka NA alias Alam menunggu di luar.

Namun pada saat telah mengambil paket, petugas BNNP Papua langsung mengamankan tersangka Ri, dan kemudian menyuruh tersangka Ri untuk membuka paket tersebut.

Dan setelah dibuka, ditemukan satu bungkus plastik bening berisikan butiran Kristal, yang diduga merupakan narkotika jenis sabu-sabu seberat 45,27 gram.

Saat itu juga, petugas BNNP Papua kemudian menyuruh tersangka Ri untuk menelepon tersangka NA alias Alam, agar masuk ke dalam kantor jasa pengiriman barang itu. Dan begitu tersangka NA alias Alam masuk, langsung diamankan petugas BNNP Papua.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dipersangkakan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi, “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I. Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 milyar dan paling banyak Rp 10 milyar”.

Dan Junto Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi, “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 800 ribu dan paling banyak Rp 8 miliar. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *