oleh

Pemda Menunggak, Jaringan Internet di Pedalaman Mati

TIMIKA – Salah satu program kebanggaan Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika sebagai implementasi Mimika Smart City, adalah menghadirkan jaringan internet di wilayah pedalaman. Sudah berjalan dan dinikmati aparat pemerintahan serta masyarakat, jaringan internet itu dua bulan terakhir mati atau tidak terkoneksi.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Mimika, Yosef Tsenawatme yang ditemui di kantornya, Kamis (18/2), mengungkapkan penyebab matinya jaringan internet. Perangkat jaringan sudah dipasang lebih dari setahun lalu bekerjasama dengan salah satunya penyedia layanan.

Perangkat jaringan itu terpasang di Distrik Jita, Potowayburu Distrik Mimika Barat Jauh dan Distrik Agimuga. Dalam dua bulan terakhir koneksi internet untuk tiga kampung tersebut padam. “Sudah dipasang tapi ada utang jadi pulsanya tidak diaktifkan,” jelas Yosef.

Ia mengungkapkan total utang yang harus dibayarkan Diskominfo kepada penyedia layanan mencapai Rp 300 juta setiap satu titik. Jadi dengan pemasangan yang tersebar di tiga titik maka yang harus dibayar Diskominfo mencapai Rp 900 juta.

Jadi lanjutnya, untuk mengaktifkan kembali jaringan internet pedalaman Pemda Mimika melalui Diskominfo harus membayar lunas kepada penyedia layanan. Diskominfo kata Yosef, sudah mengusulkan anggaran dalam APBD Tahun 2021 tapi tidak diakomodir. “Mudah-mudahan besok perubahan dianggarkan supaya bisa dibayar,” ujarnya.

Yosef mengakui ini menjadi beban bagi Diskominfo sebagai OPD pelaksana progam. Tapi bukan hanya untuk melunasi pembayaran internet, Diskominfo bahkan diungkapkannya mendapatkan alokasi anggaran yang sangat minim di Tahun 2021, padahal banyak program disesuaikan dengan agenda dalam hal ini PON dan Pesparawi.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *