oleh

Kadinkes Sebut Sekolah Bisa Dibuka, Tapi Harus Ketat

TIMIKA – Meski kasus Covid-19 masih terus bertambah tapi pemerintah tetap mengarahkan pada adaptasi kebiasaan baru. Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra menyatakan adaptasi kebiasaan baru ini juga sudah bisa diterapkan pada dunia pendidikan dengan membuka sekolah tatap muka tapi dengan syarat ketat.

Ditemui usai menghadiri rapat evaluasi Satgas Covid-19, Selasa (23/2) kemarin, Reynold mengatakan sekolah tatap muka sudah bisa berjalan. Satgas Covid-19 harus membuat kriteria secara ketat dan tertulis. Zonasi menurutnya tidak penting lagi karena mobilitas yang tinggi jadi untuk membuka sekolah harus dibuat kriteria dan SOP.

Jika sekolah dibuka kata Reynold, protokol kesehatan harus diterapkan. Dalam pelaksanaannya pun tiga komponen utama harus terlibat tidak hanya guru atau penyelenggara sekolah tapi juga komite dan OSIS. Metode atau pola yang diberlakukan pada dunia usaha atau pemerintahan dengan kebijakan 25 persen pegawai yang hadir dan 50 persen pada acara resepsi maka itu bisa diberlakukan.

“Sekolah juga bisa disetting seperti itu dengan catatan kita harus asessement data penyakit bawaan dari anak. Contoh asma, jika ada yang batuk pilek tidak boleh masuk. Siapkan tempat cuci tangan. Mengatur ini, terus guru hanya 25 persen,” terang Reynold.

Pihak sekolah juga bisa memberikan skala prioritas pada kelas yang bisa tatap muka. Contoh bagi yang akan mengikuti ujian nasional atau mendapat pengayaan dari sekolah. Menurutnya ini sudah bisa diberlakukan sebab beberapa agenda pun sudah dipersiapkan seperti PON dan Pesparawi dengan menyiapkan protokol kesehatan.

Sekarang ini, kehidupan masyarakat menuju adaptasi kebiasaan baru. Berarti segala aspek aktivitas masyarakat tetap diselenggarakan dalam pengawasan. Jika sekolah tatap muka dimulai maka Satgas termasuk Dinas Pendidikan harus duduk bersama bersinergi untuk menyusuk kriteria, SOP dan sosialsiasi. (sun)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *