oleh

Anggota DPRD Sinyalir Ada Permainan Harga Tiket Pesawat Perintis

TIMIKA – Masyarakat kalangan ekonomi lemah merasa semakin tertindas dengan kebijakan yang dibuat di jalur transportasi udara, khususnya pada rute penerbangan pesawat perintis. Lemahnya perekonomian masyarakat di era pandemi seperti saat ini seperti dimanfaatkan oleh oknum penyedia jasa layanan penerbangan pesawat perintis dengan memainkan harga tiket.

Hal itu disampaikan Politisi PKB DPRD Kabupaten Mimika, Mathius Uwe Yanengga, Selasa (23/2). Berdasarkan pengalaman pribadinya sebut Mathius, ia mengaku pernah membeli tiket pesawat perintis tujuan ke Ilaga.

Ia sendiri melihat ada mafia yang sengaja tidak mengakomodir masyarakat yang hanya membayar harga tiket sesuai harga normal berdasarkan ketentuan yang berlaku. Para penumpang yang membayar harga normal ini dimasukan dalam list dan dicatat. Nama para penumpang tersebut baru akan dikonfirmasi bisa berangkat apabila ada seat yang kosong setelah tiket yang ada dijual dengan harga yang lebih tinggi.

“Para penumpang reguler ini didata, mereka tunggu berhari-hari bahkan berminggu-minggu, mereka kasih duluan penumpang yang mau bayar lebih dari harga normal, ini yang terjadi, fakta seperti itu,” tegasnya.

Dikatakan Mathius, kejadian ini bisa saja terjadi terhadap rute penerbangan ke Ilaga, Nduga, Kenyam, Intan Jaya.

Adanya program pemerintah yang telah mensubsidi harga tiket ternyata hal ini tidak berlaku bagi masyarakat. Program ini sebutnya sangat tidak menyentuh kepada masyarakat.

“Itu ada permainan-permainan di dalam (oknum-oknum), jadi mereka sudah daftar, mereka digeser waktunya, sementara yang tembak langsung, bayar tiga juta misalnya, itu yang didahulukan,” jelasnya.

Ditambahkan Mathius, oknum agen tiket sudah menjalin kerja sama dengan pihak penerbangan untuk memfasilitasi penumpang yang bisa membayar tiket dengan harga di atas harga subsidi yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal yang sama juga kata Mathius, bukan saja terjadi di bandara Timika, namun pada penerbangan ke kabupaten lainnya dengan penerbangan perintis, juga terjadi.

“Itu sudah terjadi, biasa, yang bayar lebih diprioritaskan sementara yang sudah daftar berhari-hari, berminggu-minggu dia menunggu di situ, itu yang terjadi, kasihan masyarakat jadi korban,” pungkas Mathius.(ami)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *