oleh

Kembangkan Perikanan Budidaya, BBI Hasilkan Beragam Jenis Ikan Air Tawar

TIMIKA – Sektor perikanan di Mimika semakin menggeliat. Bukan hanya perikanan tangkap tapi Mimika juga memiliki potensi budidaya ikan air tawar. Untuk mengembangkan budidaya ikan tawar, Dinas Perikanan Mimika dalam berapa tahun terakhir mulai konsen membenahi UPTD Balai Benih Ikan Lokal di Kampung Bhintuka SP 13.

Mangkrak bertahun-tahun, BBI di SP 13 sekarang bahkan sudah menghasilkan beragam jenis ikan air tawar dan mulai dikembangkan oleh para pembudidaya. Berkembangnya BBI ini juga mampu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari penjualan benih ikan.

Kepala Dinas Perikanan Mimika, Leentje Siwabessy yang ditemui di ruang kerjanya Rabu (24/2), mengatakan Dinas Perikanan berupaya mengembangkan semua sektor baik itu perikanan tangkap di laut, perikanan budidaya di darat dan perikanan olahan. Program dinas ini lantas mendapat dukungan penuh dari Bupati selaku kepala daerah dengan mengalokasikan anggaran.

Secara bertahap Dinas Perikanan membenahi BBI. Kolam yang tidak pernah digunakan, bocor, tidak memiliki saluran air dan penampungan kini sudah bisa beroperasi. Penampungan air untuk menjaga sirkulasi air sudah dibangun, kolam diperbaiki dan semuanya terisi ikan hingga saluran air yang sudah baik.

Tidak hanya itu BBI dikelola oleh sumber daya manusia yang memang memiliki spesifikasi budidaya ikan air tawar. Seorang honorer dan putra asli Papua lulusan dari Universitas DR Soetomo Surabaya. Untuk menunjang operasional, petugas BBI difasilitasi mess yang Tahun 2020 lalu ditambah meskipun belum tuntas karena refokusing anggaran.

Dengan penanganan yang profesional BBI kini bisa menghasilkan beragam jenis benih ikan air tawar yang mendongrak PAD. Jenis ikan yang dikembangkan di BBI SP 13 diantaranya ikan nila hitam, nila merah, ikan lele, ikan mas, ikan mas koki, ikan koi dan ikan patin. “Ternyata segala jenis ikan air tawar bisa dikembangkan tinggal bagaimana sarana dan prasarana kita benahi lalu induknya kita beli dan teman-teman pijah,” ujar Leentje.

Induk yang dikembangbiakkan dipastikan yang memang berkualitas. Leentje mengatakan, BBI dikembangkan untuk menunjukkan bahwa Mimika punya potensi budidaya ikan air tawar. Dengan lahan yang sangat luas maka BBI akan terus dikembangkan mulai dari pembenihan hingga pembesaran.

Tidak sampai di situ, dihasilkannya benih dari BBI bisa mendorong pengembangan ikan air tawar oleh para pembudidaya. Dinas Perikanan sudah memiliki beberapa binaan yang sekarang sudah berkembang terutama masyarakat lokal yang kini sudah menjual ikan air tawar tidak hanya di Timika tapi juga pegunungan.

Agar bisa berkembang, Dinas Perikanan juga membantu dengan membangun pasar ikan air tawar di Pasar Sentral Timika. Itu dilakukan agar pembudidaya memiliki wadah atau tempat yang layak untuk menjual ikan langsung kepada masyarakat.

Tahun 2020 lalu disebutkan Leentje, fasilitas yang dibangun di BBI diantaranya balai pemijahan lengkap dengan bak yang lebih memadai agar lebih banyak jenis ikan yang bisa dikembangkan.

Dibangun juga mes bukan hanya bagi pegawai tapi juga untuk memfasilitasi siswa dan mahasiswa yang melakukan praktek. Pembangunan penampungan air untuk sirkulasi air dan pengadaan genset.

Kedepan ditambahkan Leentje, BBI juga bisa dikembangkan tidak sekadar pusat pembenihan tapi sekaligus menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat. Kebetulan di dalam area itu terdapat sebuah sungai yang kerap dijadikan tempat rekreasi. Jika sarana prasarana sudah tersedia maka akan ditarik retribusi untuk meningkatkan PAD. Pengunjung bisa membeli ikan tapi tidak diizinkan memancing.(sun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *