oleh

Cuaca Buruk, Harga Jual Hasil Laut Mengalami Kenaikan

TIMIKA – Kondisi cuaca yang buruk sebulan belakangan ini, berdampak kepada sektor ekonomi. Dengan kondisi hujan yang lebat di bulan Februari lalu, harga jual hasil laut mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Beberapa pedagang ikan yang ditemui Radar Timika, Minggu (28/2) di Pasar Sentral menyebutkan jika mereka terpaksa menjual hasil tangkapan laut dengan harga yang tidak seperti biasanya, karena susah mendapatkan pasokan ikan dari luar Timika.

Udin, salah satu penjual ikan mengatakan ia mendapatkan ikan dari pengiriman kota Kaimana dan Tual. Ikan-ikan dan hasil tangkapan laut lainnya seperti cumi-cumi dan ikan puri yang didatangkan dengan kapal feri memakan biaya transportasi yang sangat mahal sebab cuaca buruk. Dengan kondisi cuaca yang buruk, tangkapan nelayan di sana sebutnya juga tidak banyak sehingga harga dari Kaimana dan Tual juga sudah mahal.

“Ikan-ikan ini kami datangkan dari Tual dan Kaimana. Ini ikan puri juga, ada cumi-cumi lagi, mahal sekarang karena cuaca buruk,” ujarnya.

Lanjut Udin, harga ikan kakap yang sebelumnya per ekor mulai Rp 30 ribu – Rp 50 ribu, kini dijual Rp 40 ribu – Rp 60 ribu. Selain menjual per ekor, ia juga menjual per tumpuk dan per kilogram. Untuk harga per tumpuk dan per kilogram lebih murah, yakni Rp 100 ribu dan bisa naik tiga ekor ikan kakap. Untuk jenis ikan kutila kini masih dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Per tumpuk isi tiga ekor dijual 100 ribu.

Jenis ikan lain yang mengalami kenaikan yakni ikan mubara, bawal hitam dan tenggiri serta cakalang. Untuk beberapa jenis ikan ini dijual mulai harga Rp 50 ribu per kilogramnya. Sementara jenis ikan puri dijual Rp 60 ribu per kilogram, cumi-cumi Rp 60 ribu per kilogram dan udang per tumpuk Rp 50 ribu.

Walaupun menjual dengan harga yang beda dari biasanya, namun Udin mengaku ia tetap berjualan karena ini adalah pekerjaan sehari-harinya. Ia berharap masyarakat mau datang membeli ikan di Pasar Sentral sebab ikut membantu perekonomian masyarakat kalangan bawah sepertinya.

“Saya harap masyarakat mau beli di sini saja, bukan di toko-toko atau mall, kami hanya untung sedikit, yang penting habis dan kami bisa dapat uang untuk makan keluarga,” pungkasnya.(ami)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *