oleh

Aparat Kontak Tembak dengan KKB di MP 53

TIMIKA – Aparat keamanan, Minggu (28/2) pagi, terlibat kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di sekitar Mile Point (MP) 53, Distrik Tembagapura. Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK yang ditemui wartawan, Senin (1/3) kemarin di kantor Polres Mimika, membenarkan kejadian tersebut.

Kapolres menungkapkan bahwa saat itu aparat keamanan yang sementara melakukan patroli di sekitar area MP 53, mendapatkan gangguan tembakan dari KKB.

“Kemarin (Minggu, red) saat patroli dari aparat keamanan di sekitar mile 53, ada gangguan. Dimana ada terlihat sekelompok KKB menodongkan senjata M16 dan AK 47. Setelah melihat hal tersebut, dari tim pengamanan di wilayah PT Freeport Indonesia (PTFI) melakukan tindakan berupa tembakan balasan,”jelasnya.

Bahkan menurut Kapolres bahwa dari laporan yang ia terima, salah satu anggota KKB diduga terkena tembakan pada bagian kaki.

“Mereka menembak, dan anggota membalas tembakan secara terarah dan dari informasi di lapangan terkena salah satu KKB di kaki. Cuma lokasinya agak berjauhan dan menyeberang sungai, sekarang anggota lagi berusaha untuk mencapai TKP untuk mengecek,” ungkap AKBP Era.

Lebih lanjut bahwa aparat keamanan sejauh ini berupaya untuk mengamankan Objek Vital Nasional (Obvitnas) yakni PTFI, agar tidak ada lagi gangguan keamanan. “Tentunya kita akan tetap melakukan tindakan yang tepat, dan masyarakat tidak boleh kuatir karena lokasinya jauh dari masyarakat,” ucapnya.

Kapolres juga mengungkapkan bahwa kontak tembak antara aparat keamanan, dan KKB itu berlangsung tidak lama. “Mereka berusaha masuk ke wilayah PT Freeport, tapi kita tetap mencegat. Mereka dari kelompok Jhoni Botak, dan diperkirakan sekitar lima atau enam orang,” jelasnya.

Kontak tembak berhenti setelah KKB melarikan diri masuk ke dalam hutan.

“Sampai saat ini aparat masih berusaha menuju lokasi tempat dimana KKB melakukan tembakan. Dan perlu diketahui bahwa lokasi dimana KKB melakukan tembakan sangat jauh, karena harus mencari sungai yang dangkal yang memungkinkan aparat untuk menyeberang,” ujarnya.

Kapolres juga mengatakan setelah beberapa kelompok KKB meninggalkan wilayah Tembagapura, kini masih tersisa satu KKB yang berada di sekitar area Tembagapura yakni KKB pimpinan Joni Botak.

“Keberadaannya ada di hutan-hutan, dan dilakukanlah patroli lebih masuk ke hutan untuk mempersempit ruang gerak KKB dalam mengganggu keamanan baik masyarakat maupun operasional PTFI,” ujar Era.

Lalu Kapolres juga menegaskan bahwa untuk situasi di Wilayah Tembagapura, dipastikan aman dan kondusif.

“Wilayah Tembagapura sampai saat ini dipastikan aman terkendali, dan kami menghimbau agar masyarakat dapat ikut berperan serta dengan pihak aparat keaamanan dalam menjaga situasi wilayah Tembagapura tetap kondusif. Aparat TNI dan Polri tetap akan melakukan patroli ke daerah-daerah, yang berdasarkan informasi intelijen dan masyarakat menjadi tempat persembunyian KKB,” papar Kapolres.(tns)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *