oleh

Diklaim Bermanfaat, Galian C Mile 32 Diminta Dibuka Kembali

TIMIKA – Galian Golongan C di Mile 32 yang dibuka oleh Alm Yohanes Pinimet pada 28 Juli 1997, disebut sangat berguna untuk masyarakat lokal karena bernaung di bawah binaan Lemasa. Dimana, pengeloaan yang sudah berlangsung selama kurang lebih 20 tahun ini  berguna untuk menunjang pembangunan masyarakat dan Kabupaten Mimika khususnya Mimika sebagai pusat pemerintahan di kabupaten ini.

Dengan adanya penutupan operasional pengambilan Golongan C di Mile 32 tahun 2017 yang didasari alasan adanya surat perintah dan instruksi Bupati Klemen Tinal, diharapkan hal ini tidak membuat masyarakat lokal dirugikan. Dengan surat perintah yang ditandatangani pada tahun 2004 ini, tempat usaha milik masyarakat ini sudah ditutup, padahal pasir timbunan yang diambil dari area tersebut adalah untuk menghidupi masyarakat lokal.

Pengelola CV Timika Putra, Paulus Pinimet saat menggelar jumpa pers di Kantor DPRD, Senin (1/3) mengatakan sudah dua tahun lokasi penambangan ini ditutup dan ini sangat merugikan masyarakat. Untuk itulah, ia berharap lokasi penambangan pasir timbunan ini bisa dibuka kembali karena merupakan satu-satunya harapan masyarakat di tengah sulitnya kehidupan saat ini.

“Saya harap lokasi ini bisa dibuka lagi, dan saya sudah koordinasi secara keluarga, adat Amungme tanggal 29 Januari ketemu beliau (bupati) di Mozza, dan sepakat harus dibuka,” jelasnya.

Lanjut Paulus, secara lisan dan komitmen bersama dengan pimpinan daerah ini, sudah disepakati lokasi penambangan Mile 32 ini akan dibuka kembali.

Lokasi penambangan pasir ini kata Paulus, harus dibuka karena saat ini hanya ada penambangan pasir di Iwaka. Namun di lokasi tersebut yang menjadi pengelolanya bukanlah orang Amungme dan Kamoro. Yang mengelola penambangan di Iwaka ini kata Paulus, adalah dari suku lain dan menyebabkan pemilik hak ulayat Kamoro dan Amungme tidak memiliki pekerjaan.

Dijelaskan Paulus, berdasarkan informasi dari masyarakat dan konsumen yang mendapatkan pasir timbunan dari Kali Iwaka mneyebutkan jika kualitasnya kurang baik bila dibandingkan dengan hasil pasir dari Kali 32. Untuk itulah, Paulus berharap agar pembukaan Kali 32 ini bisa dilaksanakan dalam waktu dekat karena sangat diharapkan oleh masyarakat Amungme.

“Setelah saya bertemu dengan bupati, kami harap Kali 32 ini bisa dibuka kembali untuk masyarakat Amungme,” imbuhnya.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *