oleh

Wabup Ingatkan Covid-19 di Mimika Masih Tinggi

TIMIKA – Masyarakat semakin bebas dalam melakukan aktivitas dengan protokol kesehatan yang sangat longgar. Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan, sebab kasus Covid-19 di Mimika masih sangat tinggi.

Dalam dua bulan sepanjang Tahun 2021 diungkapkan Wabup, kasus baru sangat tinggi bahkan bisa dikategorikan berbahaya. Ada seribu lebih kasus. Sementara pada awal temuan kasus, dalam dua bulan kasus tidak sebanyak itu.

Saat ini diungkapkan Wabup, masih ada sekitar 450 pasien Covid-19 yang menjalani isolasi. Tapi sebagian besar isolasi mandiri karena tanpa gejala dan gejala ringan. Kapasitas ruang isolasi di rumah sakit juga masih sangat tinggi karena yang terisi hanya sekitar 20 persen.

“Angka kematian dalam dua bulan terakhir jauh lebih tinggi kalau dibandingkan dua bulan awal temuan kasus. Tapi tingkat kesembuhan juga baik meskipun kasus baru terus melonjak dalam dua bulan terakhir,” ungkap Wabup Rettob.

Tracing sekarang ini diakuinya tidak semasif dulu. Jika itu dilakukan maka temuan kasus bahkan bisa dua kali lipat. “Sebenarnya ini lebih tinggi. Hanya tahun lalu kita tracing kontak langsung, tahun ini tidak. Kalau kita lakukan berarti dua kali lipat harusnya,” ungkapnya.

Pemda Mimika lanjutnya, tetap konsisten dalam melakukan penanganan. Satgas Covid-19 sudah dibentuk bahkan sudah melakukan evaluasi untuk menyusun Instruksi Bupati. Instruksi Bupati terbaru sudah diterbitkan dimana Mimika masih dalam status adaptasi kebiasaan baru. Tidak ada perubahan kebijakan dari sebelumnya sehingga pembatasan aktivitas masih dilakukan hanya sampai pukul 22.00 WIT.

Wabup menyatakan jika ada perubahan kebijakan maka itu harus dituangkan dalam kesepakatan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) disesuaikan dengan perkembangan kasus Covid-19.

Sekarang ini selain tetap melakukan penanganan, Pemda juga berupaya mencapai cakupan vaksinasi agar lebih maksimal. Hampir 100 persen tenaga kesehatan sudah divaksin. Sekarang dalam tahap pendataan untuk ASN, TNI, Polri, pedagang pasar, wartawan dan petugas hotel. Hanya saja vaksin masih kurang dan Pemda Mimika terus menunggu distribusi dari pusat melalui pemerintah provinsi.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *