oleh

Wabup Sebut Tidak Ada Alokasi Anggaran untuk Internet di Pedalaman

TIMIKA – Upaya Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika untuk memudahkan layanan kepada masyarakat dengan memanfaatkan teknologi informasi tidak bisa berjalan maksimal. Fasilitas berupa jaringan telekomunikasi dan internet di pedalaman saat ini tidak aktif.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM mengatakan di beberapa distrik seperti Potowayburu, Jita dan Agimuga sekarang ini menggunakan Vsat dengan sistem sewa. “Kalau tidak dibayar sewanya ya putus. Sudah satu tahun menunggak, tidak ada alokasi anggarannya di Tahun 2020 dan 2021,” ungkapnya.

Dijelaskan, pemasangan jaringan telekomunikasi itu tujuannya untuk memudahkan layanan. Tinggal 5 distrik yang belum tersambung dan direncanakan bisa tercover dengan Vsat atau BTS. Untuk BTS, Pemda berkoordinasi dengan Telkomsel sebagai operator tapi masih melakukan kajian. Pemda juga mengusulkan ke Kemenkominfo agar Mimika bisa dibantu menjangkau distrik yang jauh.

Menggunakan Vsat kata Wabup Rettob menjadi pilihan sementara sampai BTS dibangun. Ia mengungkapkan, biaya sewa Vsat dan pembangunan BTS hampir sama. Jadi Pemda Mimika sebenarnya lebih memilih membangun BTS bekerjasama dengan Telkomsel seperti yang sudah dilakukan di Atuka dan Kokonao. Setelah BTS dibangun barulah Vsat dicabut.

Menurutnya, ini persoalan strategi dan pemikiran dalam proses penganggaran. Tapi karena kondisi keuangan daerah maka tidak ada alokasi anggaran sejak Tahun 2020 untuk pengembangan jaringan telekomunikasi di daerah pedalaman.

Ia berharap dalam APBD Perubahan Tahun 2021 bisa dialokasikan anggaran untuk membayar biaya tunggakan agar jaringan internet di beberapa distrik bisa kembali aktif. Sebab itu sangat dimanfaatkan oleh aparat distrik dan petugas seperti Puskesmas hingga guru untuk melakukan komunikasi ke Timika.(sun)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *