oleh

Hanya Satu Jenazah Ditemukan dalam Kontak Tembak di Mile 53

TIMIKA – Aparat keamanan di Timika memastikan, hanya ada satu jenazah dalam kontak tembak yang terjadi di Mile 53 Distrik Tembagapura pada Minggu (28/2) lalu. Jenazah tersebut adalah Feri Elas yang disebut-sebut menjadi DPO atau buronan sejak Tahun 2017 lalu.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata yang memimpin jalannya press release di Sentra Pelayanan Polres Mimika, Selasa (2/3) memastikan, pada area Camp di sekitar lokasi kejadian hanya ada satu jenazah. Sedangkan fakta lainnya mengenai adanya korban lain di sekitar lokasi kontak tembak tidak ditemukan.

“Jenazah yang ditemukan setelah dilakukan identifikasi adalah Feri Elas yang merupakan penembak KKB Makodam III Timika. Terdapat kemiripan pula wajah korban dengan foto Feri Elas yang tersimpan di data base Nemangkawi,” jelasnya.

Sementara itu, diungkapkan bahwa pihaknya mendapatkan barang bukti berupa satu tas yang berisi 9 handphone. Dimana salah satu handphone yang ditemukan berisi foto-foto Feri Elas. Kapolres Era Adhinata menyampaikan ada persesuaian antara korban yang ditemukan di TKP dengan aksesoris yang biasa digunakan baik berupa kalung, jam dan anting serta kesesuaian postur tubuh dan wajah.

Kontak tembak ini terjadi pada Minggu (28/2) lalu, dimana patroli yang dilakukan Satgas Nemangkawi di Kali Kabur Mile 53 mendapat gangguan tembakan dari sebelah kiri. Terjadi kontak tembak yang diperkirakan berlangsung selama 30 menit.

Berdasarkan pantauan, anggota KKB kelompok Kali Kopi tersebut berjumlah enam orang dengan membawa pucuk M16 dan AK-47. “Mereka lari ke hutan setelah kontak tembak, tapi di situ ada satu orang yang dipantau tergeletak,” ujarnya.

“Sementara ini masih kita temukan dari hasil kontak tembak tersebut hanya satu orang. Memang dalam waktu itu banyak orang, setelah kita cek TKP hanya ada satu orang. Tidak menutup kemungkinan ada korban lain selain Feri Elas. Jika ada informasi bisa disampaikan ke aparat untuk kita mengecek ke TKP. Tapi perlu kami sampaikan TKP sangat ekstrim dengan tingkat kecuraman tebing 90 derajat dan ketinggian 90 meter,” terang Kapolres Era Adhinata.

Dikatakannya, personel tim olah TKP pada hari yang sama hendak melakukan olah TKP. Namun dikarenakan medan yang cukup berat membuat tim akhirnya kembali untuk beristirahat. Senin (1/3) pagi, tim mulai menuju TKP. “Di TKP hanya ada satu jenazah berjenis kelamin laki-laki di depan sebuah camp yang sudah kosong,” ungkapnya.

Namun, baru sekitar 25 menit di TKP, tim yang melakukan olah TKP mendapatkan gangguan tembakan dari arah ketinggian. Hal tersebut yang membuat tim kembali ke Mile 50 untuk melakukan konsolidasi.

Dandim 1710 Mimika, Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya menambahkan, ulah Feri Elas yang mengakibatkan warga dari Banti sempat mengungsi ke Timika. Selain itu, ia memastikan TKP kejadian kontak tembak jauh dari jalan, sehingga tidak perlu dikhawatirkan. “Itu jauh dari jalan. Jadi tidak menghalangi aktivitas masyarakat baik di Tembagapura maupun di Timika,” katanya.

Upaya yang dilakukan, dikatakannya adalah menjaga stabilitas keamanan yang ada di wilayah Tembagapura dan Timika. “Dan bukti nyatanya adalah salah satu KKB yang kemarin kontak tembak berhasil (dilumpuhkan) adalah Feri Elas,” tutupnya.(dcx/tns)

DATA YANG DISAMPAIKAN KEPOLISIAN

 

Feri Elas adalah DPO Polres Mimika terkait rangkaian kasus penembakan di Tahun 2017 di Tembagapura dengan DPO Nomor/39/XI/2017/Satreskrim. Dengan daftar kasus sebagai berikut:

 

  1. 17 Agustus 2017 melakukan penembakan mobil Land Cruiser PT Freeport Indonesia di Mile 60.
  2. 24 September 2017 melakukan penembakan mobil Land Cruiser pengawal tanki air di Mile 60.
  3. 25 September 2017 melakukan penembakan mobil Land Cruiser di Mile 60.
  4. 21 Oktober 2017 melakukan penembakan mobil Land Cruiser di Mile 60.
  5. 21 Oktober 2017 melakukan penembakan anggota Brimob di Bukit Sangker di Mile 69.
  6. 23 Oktober 2017 melakukan penembakan terhadap anggota Brimob saat melakukan apel di Utikini Lama.
  7. 24 Oktober 2017 melakukan penembakan mobil Land Cruiser milik rumah sakit Tembagapura di Jembatan Lama Utikini.

 

Feri Elas juga diungkapkan terlibat dalam sejumlah perkara lainnya:

  1. 1 Agustus 2019 bersama Henky Wamang menadi penggerak deklarasi KKB Gabungan Pegunungan Tengah di Halaman Gereja Maranatha di Distrik Gome, Kabupaten Puncak untuk melakukan penyerangan di area PT Freeport Indonesia.
  2. 22 Februari 2020 melakukan penyanderaan tiga orang guru di Kampung Jagamin Arwanop, Tembagapura bersama kelompok KKB Pimpinan Lekagak Telenggeng.
  3. 5 Maret 2020 bersama KKB Pimpinan Lekagak Telenggeng melakukan pembakaran bekas gereja di Blok A, Kampung Opitawak, Tembagapura.
  4. 6 Maret 2020 melakukan penembakan Pos 754 di Opitawak mengakibatkan satu orang luka dan menembak Pos Brimob Bengkulu Satgas Aman Nusa di Aula Banti II, Tembagapura. Setelah itu juga melakukan pembakaran rumah warga di Blok A Kampung Opitawak, Tembagapura.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *