oleh

Pilih Gomar, Bupati: Untuk Netralisir Pemerintahan

TIMIKA – Selama masa kepemimpinan Bupati Eltinus Omaleng, SE MH di Kabupaten Mimika, pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) kerap menuai pro dan kontra. Dalam kurun waktu itu Mimika beberapa kali bergonta ganti Sekda.

Dimulai dari Ausilius You, SPd MM MH kemudian sempat diberhentikan, diganti Alfred Douw, SPd. Ausilius You diaktifkan lagi dan diganti pada November 2018 oleh Drs Marthen Paiding, MMT tapi dengan status Penjabat Sekda. Setelah Marthen Paiding pensiun pada Juli 2020, Bupati Omaleng mengangkat Nicolaas Kuahaty jadi Plh Sekda, tapi sangat singkat. Tidak sampai sebulan karena bermasalah, Nicky Kuahaty diganti oleh Jeni Usmany, SPd MPd sebagai Pj Sekda.

Sejak pergantian Ausilius You, Mimika tidak memiliki Sekda definitif. Tapi pada Rabu (3/3) kemarin akhirnya jabatan strategis dalam pemerintahan itu terisi juga. Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH memilih Michael Gomar, SSTP MSi menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama Sekda Mimika. Pelantikan digelar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Mimika.

Pengisian jabatan Sekda melalui tahapan dan proses. Bupati Omaleng menyebut ada enam orang yang berniat maju jadi Sekda. Semuanya ikut seleksi dan dinyatakan lolos administrasi dan mengikuti tahapan psikotest, penyusunan makalah dan wawancara. Dua dinyatakan gugur dan empat dinyatakan terbaik yakni Michael Gomar, Jeni Usmany, Limi Mokodompit dan Syahrial. “Itu terbaik jadi tidak bisa dibilang ini yang kalah dan menang. Tidak. Semua terbaik,” tegas Bupati Omaleng.

Pansel mengajukan tiga nama ke Bupati yaitu Michael Gomar, Jeni Usmany dan Limi Mokodompit. Sebelum memutuskan, Bupati meminta rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Gubernur Papua. Semuanya menyetujui. Dari tiga nama itu Bupati akhirnya memilih Michael Gomar.

“Dari tiga nama itu saya pilih yang terbaik untuk menetralkan situasi di Mimika. Jadi semua melalui proses, bukan kepentingan politik. Kita angkat Michael Gomar, orang yang netral. Dia tidak memihak kepada siapa-siapa. Kalau salah pilih, pasti ada polemik. Jadi saya bikin SK,” ungkap Bupati Omaleng.

Latar belakang pendidikan dan rekam jejak juga menjadi pertimbangan bagi Bupati. Michael Gomar adalah lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Tahun 2002. Dengan dasar pendidikan itu, Bupati menilai Gomar mengerti tentang pemerintahan dan kepegawaian. Apalagi jenjang karirnya dimulai dari bawah, jadi cukup pengalaman.

“Tugasnya beliau (Sekda) menata kembali pemerintahan dan membina yang tidak beres dalam kepegawaian. Itu tugas pertama. Kerjasama dengan Wakil Bupati. Itu aturan. Jadi Sekda itu adalah kepala administrasi dan kepegawaian,” terang Bupati Omaleng.

Michael Gomar adalah Sekda Mimika yang ke-10. Termasuk beberapa penjabat, pelaksana tugas dan pelaksana harian. Ia sangat bersyukur karena diberi amanah untuk menjalankan tugas tanggungjawab sebagai Sekda Mimika. Setelah dilantik, ia akan melakukan koordinasi dengan perangkat daerah secara khusus tim anggaran pemerintah daerah untuk menuntaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2021. Dimana saat ini dituntut untuk menggunakan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) tapi belum final sehingga akan dikoordinasikan untuk penggunaan SIMDA.

Sambil menunggu instruksi dari Bupati dan Wakil Bupati, Sekda Gomar juga mempersiapkan seleksi terbuka beberapa jabatan tinggi prtama untuk posisi kepala OPD sebagaimana amanat Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Gomar sendiri berkomitmen akan menjalankan tugas sesuai aturan. “Mohon dukungan dari media, perangkat daerah dan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama sehingga kita bisa bergandengan tangan, bisa berkolaborasi dengan semua stakeholder agar pemerintahan ini bisa berjalan dengan baik kedepan,” ujarnya.

Salah satu hal yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah memastikan adanya layanan pemerintahan di wilayah pesisir dan pegunungan. Ia akan memantau secara langsung jalannya pemerintahan di semua distrik, sekaligus melihat sarana dan prasarana pelayanan pemerintahan dan juga kedisiplinan ASN di distrik dan masing-masing OPD.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *