oleh

Soal Rolling, Bupati harus Lihat Kompetensi Pejabat

TIMIKA – Rolling pejabat ditengarai masih akan dilakukan oleh Bupati. Ia mengungkapkan akan memberikan kejutan dalam rolling pejabat berikutnya. Namun, Bupati Kabupaten Mimika Eltinus Omaleng diharapkan dapat melihat nilai kompetensi dari pejabat yang dipilih untuk menempati jabatan di struktur pemerintahan yang dipimpinnya.

Walaupun penempatan dan rolling jabatan merupakan hak preogratifnya, namun sebagai kepala daerah, wakil rakyat berharap Bupati mampu menganalisa bawahannya yang mumpuni agar dapat mendukung penuh dan mengawal kebijakan demi terwujudkan visi dan misinya selama memimpin daerah ini.

Hal itu diungkapkan Politisi Perindo DPRD Kabupaten Mimika, Semuel Bunay, Kamis (4/3). Dalam melakukan rolling pejabat sebut Semuel, Bupati harus melihat anak buahnya yang betul-betul memiliki kapabilitas dan kompetensi yang benar-benar mengerti Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) dalam jabatan yang diberikan padanya.

“Bupati harus memililih orang yang betul-betul berkompeten, punya kapabilitas sehingga ia nantinya benar-benar paham akan Tupoksi nya sebagai apa, ini akan bermuara pada kegiatan yang dilakukan itu ia bisa realisasikan dengan baik,” jelas Semuel.

Ia berharap kepala daerah tidak menempatkan pejabat yang tidak mempunyai keterampilan dan cakap dalam bidang yang diberikan padanya. Walaupun kapan saja bupati bisa merolling pejabat, namun tetap ia harus menempatkan mereka pada bidang yang dikuasainya.

Selain itu, Semuel yang juga Anggota Komisi C ini mengungkapkan jika penempatan pejabat juga bisa dilaksanakan dengan dasar seleksi terbuka. Guna menentukan siapa pejabat yang tepat memimpin satu dinas, badan maupun kantor sebutnya bukan juga didasarkan pada hutang politik.

“Harus melihat orang yang betul punya kemampuan, bukan soal politik, agar benar-benar visi dan misi Bupati ini mereka laksanakan di lapangan,” ungkapnya.

Ditambahkan Semuel, Bupati juga diharapkan tidak mendengar masukan atau bisikan dari pihak lain yang tidak berkompeten karena hanya didasari kepentingan kelompok.

“Jangan dengar bisikan dari orang lain yang tidak tahu. Contohnya guru dikasih kerja di bagian pemerintahan, bagaimana dia mau jalankan kerjaanya. Jadi benar-benar ditempatkan orang yang punya kapasitas, dedikasi dan mengerti Tupoksi dalam tugas dan pekerjaannya,” tutupnya.(ami)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *