oleh

Wabup dan Sekda Minta Bagian di Setda Rubah Pola Kerja

TIMIKA – Beberapa bulan terakhir, situasi pemerintahan di Kabupaten Mimika mengalami gonjang-ganjing yang tak luput dari sorotan masyarakat karena berdampak pada layanan pemerintahan. Tapi Pemda Mimika bertekad melakukan perbaikan demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Sebagai langkah untuk perbaikan layanan, Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM didampingi Sekda Mimika, Michael Rooney Gomar, SSTP MSi mengumpulkan para asisten, staf ahli, staf khusus Bupati dan para kepala bagian di lingkup Setda Mimika dalam rangka evaluasi.

Pertemuan digelar Kamis (4/3) di ruang rapat Kantor Pusat Pemerintahan. Dalam pertemuan itu Wabup Rettob mengakui adanya gonjang-ganjing pemerintahan dalam berapa bulan terakhir. Namun dengan hadirnya Sekda yang baru diharapkan semuanya bisa kembali berjalan normal. Ia pun mengajak seluruh perangkat daerah untuk mendukung Sekda yang sudah dipilih oleh Bupati dan Wakil Bupati.

Wabup memberikan sejumlah catatan pada bagian di lingkup Setda Mimika. Ia meminta para kepala bagian merubah pola pikir dan pola kerja. Sebagai ASN, ia meminta para Kabag tidak ikut dalam politik praktis dan ikut mempolitisir semua hal. “Kita dilantik jadi pelayan masyarakat. Jadi tidak ada lagi yang merasa diri bos, orang mau ketemu susah,” katanya.

Ia bahkan kembali menyoroti Bagian Humas dan Protokol Setda Mimika. Wabup meminta Kabag dan stafnya merubah cara kerja yang dilakukan. “Kalau tidak sanggup minta mundur. Kita harus kerja sesuai birokrasi ,” tandasnya.

Begitu pula dengan Bagian Tata Pemerintahan yang diminta aktif melakukan pengawasan terhadap para kepala distrik. Apalagi sekarang ini Kadistrik diberi tanggungjawab membagi Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial. Agar BST tepat sasaran, maka kepala distrik harus diawasi dan didampingi.

Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Mimika diharapkan Wabup terus melakukan penataan terhadap kantor Pusat Pemerintahan. Namun di satu sisi ia mengapresiasi dengan adanya beberapa perubahan yang sudah dilakukan. Mengenai ruang kantor yang terbatas, ia berharap bagian atau OPD mengusulkan kebutuhan ke Bagian Umum agar diusulkan dalam penganggaran.

Sementara itu Sekda Mimika, Michael Gomar menambahkan kedepan rapat evaluasi akan dilakukan secara rutin, untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam melayani masyarakat. Untuk fasilitas diakuinya belum maksimal terutama sarana dan prasarana termasuk kendaraan operasional bagi para pejabat namun itu akan diusulkan kepada pimpinan daerah.

Mengingat Sekretariat Daerah adalah wajah dari pemerintahan, Gomar meminta agar seluruh ASN dan honorer bisa lebih disiplin. Begitu pula dengan pelayanan administrasi naskah kedinasan yang harus dilakukan sesuai aturan, terutama dokumen yang sifatnya rahasia tidak boleh dilihat oleh siapapun apalagi honorer tapi harus ditujukan kepada alamat atau orang yang dituju.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *