oleh

Dinas Pendidikan diminta Perbaiki Kerusakan Bangunan Sekolah

TIMIKA – Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika diharapkan tetap dapat memperhatikan sejumlah sekolah khususnya SD baik di pinggiran kota maupun di wilayah pesisir yang kondisinya sudah rusak. Walaupun tidak digunakan untuk tempat belajar karena masih pandemi Covid-19, namun pemerintah diharapkan tidak menutup mata untuk melihat kondisi bangunan sekolah yang rusak tersebut.

Hal itu disampaikan Politisi Partai Golkar, Aser Murib, Sabtu (6/3). Dikatakan, pemerintah harus mulai memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak agar layak dipakai belajar anak ketika nantinya aktivitas belajar dan mengajar sudah diperbolehkan.

Dengan masa pandemi Covid-19 ini kesempatan terbuka luas untuk membenahi gedung maupun sekolah yang sudah rusak karena minimnya aktivitas di sekolah.

“Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika saya harapkan untuk membenahi bangunan-bangunan sekolah yang rusak, ini khan masih libur karena corona, anak-anak belum masuk sekolah jadi bisa perbaiki itu kelas atau bangunan sekolah yang rusak,” jelasnya.

Aser Murib mengatakan beberapa bangunan SD yang membutuhkan perbaikan seperti di SD Inpres Kwamki I di Kwamki Narama. Sekolah ini butuh renovasi karena keadaannya dalam kategori rusak berat akibat adanya aksi bentrok warga setempat.

Lanjutnya, untuk memperbaiki sarana gedung sekolah merupakan kewajiban pemerintah.

Di Distrik Kwamki Narama ini sebutnya, memang membutuhkan perhatian serius. Walaupun daerah ini pernah menjadi tempat perang di antara masyarakat setempat, namun ia berkomitmen pelan-pelan akan membenahi fasilitas yang sudah rusak sebagai dampak dari perang ini sendiri.

Aser Murib yang juga merupakan salah satu kepala suku di wilayah ini mengaku jika masyarakat membutuhkan dukungan untuk perbaikan sarana sekolah serta pengadaan sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar dan mengajar.

“Di sini saya sudah ajukan ke pemerintah untuk sekolah ini (SD Inpres Kwamki 1) dan salah satu SMP di sini di lokasi tengah, pagar dan perumahan guru-guru,” jelasnya.

Lanjutnya, selain pembangunan ruangan kelas, renovasi bangunan sekolah, ia melalui usulan yang dimasukan dalam pokok pikiran (pokir) dewan, sudah memasukan pembangunan pagar keliling untuk sekolah.

“Saya sudah ajukan, apakah pemerintah terima atau tidak nanti kita lihat,” jelasnya.

Sementara untuk masalah lainnya seperti di bidang kesehatan, hal ini jelas Aser tidak diajukan karena sudah ditangani dengan baik oleh Dinas Kesehatan. Bidang lainnya seperti jalan dan jembatan, juga sudah diatur oleh pemerintah dan tidak ia usulkan dalam pokirnya.

“Untuk jalan urusan pemerintah, jadi bangunan jalan dengan pengaspalan ini urusan mereka, hanya kita utamakan sekolah ini, itu yang sudah kita ajukan,” imbuhnya.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *