oleh

Kasus Pengeroyokan di Pomako, Polisi Sudah Amankan Lima Pelaku

TIMIKA- Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika, kini telah mengamankan 5 pelaku kasus pengeroyokan terhadap korban Soter M yang terjadi Minggu (7/3) lalu di Poumako.

Sehingga terjadinya keributan yang mengakibatkan seorang warga atas nama Andrea, mengalami luka akibat terkena tembakan yang berujung pada aksi pemalangan ruas jalan yang menghubungkan Pomako dengan Kota Timika pada Senin (8/3) lalu.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK saat ditemui Radar Timika, Selasa (9/3) kemarin di ruang kerjanya mengungkapkan, kelima pelaku masing-masing berinisial AR, IH, EI, AS, dan DL kini telah guna keperluan penyidikan.

“Lima sudah kita amankan, dan mereka sudah mengakui melakukan pemukulan terhadap korban,”singkatnya.

Kasat Reskrim menguraikan kronologis kasus pengeroyokan itu bermula, saat pelaku AR dan IH yang saat itu selesai mengantarkan air depot di sekitar Kawasan Pelabuhan Pomako. Kemudian dicegat oleh korban Soter M, yang saat itu dalam kondisi dipengaruhi minuman keras (Miras).

“Pelaku IH dan AR sedang mengantar air di sekitar Pelabuhan Pomako. Lalu tepat di pertigaan keluar Pelabuhan Pomako korban datang memberhentikan kendaraan yang dikendarai oleh pelaku AR. Saat itu korban tanyakan kepada pelaku AR bahwa sudah mau naik? Lalu pelaku AR bilangnya belum mau naik masih mau antar air dulu. Kemudian saat kendaraan yang dikendarai pelaku AR dan IH jalan, tapi tiba-tiba korban lalu menendang bak belakang mobil sebelah kiri,”jelas AKP Hermanto.

Kemudian saat itu kata Kasat Reskrim bahwa, pelaku AR yang merupakan sopir mobil pengantar air itu, lalu menghentikan kendaraannya dan turun menghampiri korban Soter.

“Pelaku AR turun lalu tanyakan kepada korban, kenapa ko tendang mobil. Kemudian korban langsung memukul pelaku AR, dan pelaku AR balik memukul korban dan pelaku IH juga ikut memukul korban,”urainya.

Lalu setelah kejadian saling pukul antara korban dengan pelaku AR dan IH, kedua pelaku itu kemudian kembali ke depot air tempat mereka bekerja yang tidak jauh dari lokasi itu, lalu melaporkan kepada pelaku AS bahwa ada permasalahan dengan korban Soter M.

“Tidak lama kemudian, korban datang bersama dua temannya ke sekitar depot situ lalu korban ditanya oleh pelaku AS bahwa kenapa ko kasih begitu anak-anak. Setelah ditanya oleh pelaku AS, tiba-tiba korban langsung dipukul oleh pelaku EI pada bagian wajah. Lalu saat itu juga korban lari dan dikejar oleh pelaku AS, AR, EI, IH, dan DL dan korban kembali dipukul lagi oleh para pelaku,”ucap AKP Hermanto.

Setelah itu, menurut Kasat Reskrim bahwa saat itu korban lalu kemudian meminta tolong sementara para pelaku sudah kembali ke depot air tempat mereka bekerja.

“Tidak lama kemudian korban datang bersama masyarakat ke depot air untuk mencari para pelaku, tapi para pelaku sudah melarikan diri,”kata Kasat Reskrim.

Selanjutnya kata AKP Hermanto, bahwa dari hasil interogasi terhadap 5 pelaku, pihaknya telah mengamankan satu barang bukti berupa satu buah tongkat bisbol.

“Pelaku AR memukul korban satu kali di TKP, kemudian IH memukul lima kali tapi berbeda TKP yakni satu kali di TKP dekat pelabuhan lalu satu kali di depot air, dan tiga kali di depan Pertamina. Kalau pelaku EI memukul tujuh kali di TKP yang berbeda juga, yakni di depot air satu kali, depan Pertamina enam kali. Lalu pelaku AS memukul tiga kali di rawa-rawa depan Pertamina. Pelaku DL memukul tiga kali dengan menggunakan tongkat bisbol dengan TKP yang berbeda, yakni di depan depot air satu kali, dan di dekat rawa-rawa depan Pertamina sebanyak dua kali,”jelas Kasat Reskrim.

Akibat kasus pengeroyokan itu, menurut Kasat bahwa korban Soter mengalami luka memar pada bagian lengan, kepala dan punggung.

“Korban sudah kembali pulang ke rumahnya. Kasus pengeroyokan itu awal mulanya yang mengakibatkan keributan dan pemalangan itu. Kalau ada laporan balik dari pelaku AR terhadap korban Soter, tidak masalah tetap kita terima. Karena AR ini kan yang awalnya dipukul oleh korban, sehingga dia balik memukul. Kalau mungkin korban Soter itu tidak duluan pukul AR, mungkin tidak ada kejadian itu. Dan keterangan yang kita dapat kan Soter itu dipengaruhi miras,”papar AKP Hermanto.

Sementara itu terkait dengan situasi kamtibmas di Poumako, pasca adanya aksi keributan yang berujung aksi pemalangan Senin (8/3) lalu, kini sudah kondusif dan aktivitas masyarakat di sekitar TKP juga sudah berjalan seperti biasanya.

“Jadi situasi sudah normal, jalan seperti biasa artinya untuk arus kendaraan sudah lancar. Tapi tetap kita pantau dan monitor,”kata Pjs Kabag Ops Polres Mimika, AKP Ahmad Dahlan, SE yang ditemui wartawan, kemarin di kantor Pelayanan Polres Mimika.

Kata AKP Dahlan, bahwa saat ini jajaran personel Polsek KP3 Kawasan Pelabuhan, Polsek Mimika Timur dan Sat Polair Polres Mimika yang bertugas untuk melakukan pemantauan dan pengamanan di sekitar lokasi kejadian.

“Untuk teman-teman dari Polsek KP3 Pelabuhan, Polsek Miktim dan Polair yang monitor situasi di sana, karena memang itu wilayah mereka. Nanti apabila ada situasi peningkatan eskalasi lagi, kita akan turun ke TKP. Yang jelas kita utamankan arus lalu lintas kendaraan lancar dulu, karena itu jalur utama untuk suplai BBM dan logistik di Kota Timika. Jadi sudah normal kembali,”kata Pjs Kabag Ops Polres Mimika. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *