oleh

Lemasa dan Lemasko: Jangan Ada yang Bawa Nama Lembaga untuk Kepentingan Pribadi dan Kelompok

TIMIKA – Dua lembaga adat yakni Lembaga Masyarakat Adat Amungme (Lemasa) dan Lembaga Masyarakat Adat Kamoro (Lemasko) meminta dengan tegas agar pihak-pihak lain tidak membawa-bawa nama lembaga adat untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

Harapan yang sama juga dilontarkan untuk pihak-pihak yang kini sedang berada di Jakarta untuk pembubaran Social Local Development (SLD) PT Freeport Indonesia (PTFI). Keinginan untuk membubarkan SLD ini bukan harapan dari dua lembaga adat, sebab mereka yang sedang ada di Jakarta tidak berkoordinasi dengan dua lembaga adat.

Hal itu terungkap dalam kegiatan jumpa pers yang digelar oleh Lemasko dan Lemasa di DJ Resto, Rabu (10/3).

Direktur Eksekutif Lemasa Stingal Johnny Beanal, AMdKom SSos mengatakan saat ini lembaga adat melihat ada beberapa hal yang terjadi di luar seperti demonstrasi untuk pembubaran SLD Freeport. Kelompok yang mengatasnamakan dua lembaga adat ini sebutnya tidak benar, sebab lembaga adat sendiri tidak pernah tahu dan berkoordinasi soal hal ini. Sampai ada beberapa masyarakat yang kini berada di Jakarta untuk menuntut hal yang sama. Hal ini sebutnya, tidak harus terjadi karena tidak ada koordinasi dan pembicaraan bersama lembaga adat.

“Kami belum mengetahui ini, sehingga jati diri kedua lembaga adat ini turun sehingga kita sebagai pimpinan bicara supaya persoalan di masyarakat kita bicara di Honai untuk menampung semua aspirasi, keluhan, kita selesaikan,” jelasnya.

Johnny mengatakan ada demo di Freeport, melihat hal ini ada sekelompok masyarakat yang membawa lembaga adat untuk membubarkan SLD.

“Kita bisa bicarakan, duduk bersama-sama Freeport dan pemerintah. Tiga tungku untuk kita bicara sama-sama. Kecuali ada persetujuan dua lembaga adat. Mereka berbicara untuk kepentingan kelompok, pribadi dan bukan masyarakat,” jelasnya.

Senada itu Ketua Lemasko Gergorius Okoare meminta masyarakat baik Kamoro maupun Amungme yang kini ada di Jakarta atas dasar keinginan pembubaran SLD PT Freeport, tidak membawa nama lembaga adat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *