oleh

Wabup Resmikan Jembatan di Kampung Tiwaka

TIMIKA – Adanya kucuran Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat sangat membantu pembangunan di tingkat kampung. Seperti di Kampung Tiwaka, Distrik Mimika Tengah yang berhasil membangun jembatan sekaligus dermaga tambatan perahu menggunakan dana desa.

Jembatan yang diberi nama Jembatan Paulinus Matamoa itu diresmikan Kamis (11/3) oleh Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM didampingi Wakil Ketua DPRD Mimika, Johanis Felix Heljanan, Kepala Distrik Mimika Tengah, Semuel Yogi, SH MH dan dihadiri beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta perwakilan TNI dan Polri.

Selain meresmikan jembatan, Wabup Rettob juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang akan dibangun oleh PT PLN (Persero). Kampung Tiwaka adalah satu-satunya kampung di Mimika Tengah yang sampai saat ini belum diterangi listrik. Agar bisa terealisasi, masyarakat bersama pemerintah distrik dan kampung sudah menyerahkan lahan kepada PLN.

Wabup Rettob dalam sambutannya merasa sangat bangga dengan capaian pemerintah kampung yang sudah memanfaatkan dana desa untuk membangun dermaga permanen. “Macam mantap sekali kah. Saya juga kaget, kampung bisa bangun dermaga seperti itu dengan dana yang tidak banyak. Ini bisa jadi contoh bagi kampung yang lain,” ujarnya.

Setelah jembatan, Wabup Rettob menjanjikan Kampung Tiwaka bisa terang paling lambat Tahun 2022. Dari lima kampung, empat diantaranya sudah terang menggunakan PLTS kecuali Atuka yang menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel.

Wabup Rettob mengungkapkan beberapa program baik itu pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana sudah dipenuhi. Jaringan telekomunikasi 4G sudah menjangkau Distrik Mimika Tengah. Gedung gereja kecuali Aikawapuka juga sudah dibangun dengan bantuan Pemda. Puskesmas Atuka juga sudah dibangun hanya saja fasilitas belum lengkap.

Sarana dan prasarana pendidikan di sekolah baik yayasan dan negeri di Distrik Mimika Tengah masih harus dibenahi. Terutama Asrama Putera Iwoto yang terbengkalai sejak Tahun 2017. Sekolah juga masih kekurangan guru, dimana hanya ada 4 guru yang mengajar 162 orang murid.

Untuk memudahkan jalur pelayaran melalui sungai, Pemda kata Wabup sudah melakukan normalisasi tapi ada yang kembali dangkal karena normalisasi sudah dilakukan sejak lima tahun lalu. Ia berharap pemerintah kampung dan distrik bisa merawat apa yang dibangun.

Wabup Rettob juga menambahkan bahwa Mimika Tengah akan dikembangkan jadi daerah wisata karena memiliki potensi. Tapi ia meminta warga tidak menjual tanah. Tapi harus mengelola tanah untuk kehidupan.

Kepala Distrik Mimika Tengah, Semuel Yogi mengatakan lima kampung terus gencar melakukan pembangunan. Setelah jembatan, dalam waktu dekat Bupati dan Wabup akan kembali diundang untuk meresmikan jalan kampung yang sudah ditailing juga menggunakan dana desa. “Dana desa sangat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Jalan tailing kata Semuel dibangun hampir di semua kampung mulai dari Atuka, Kekwa, Aikawapuka, Kamora dan Tiwaka. Ia sangat mengapresiasi para kepala kampung yang sudah bekerja keras dalam membangun kampung.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *