oleh

Ratusan Orang Tua Murid datangi Sekolah Taruna Papua

TIMIKA – Setelah mengetahui informasi bahwa puluhan anak yang merupakan pelajar di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) yang berada di Jalan Sopoyono, SP 4, Kelurahan Wonosari Jaya telah menjadi korban pencabulan dan kekerasan yang dilakukan oknum pembina asrama berinisial DFL, ratusan orang tua murid yang anak-anak mereka bersekolah di SATP, Sabtu (13/3) mendatangi sekolah model asrama tersebut mempertanyakan pola pembinaan dan pengawasan di asrama SATP.

Dari pantauan Radar Timika di lokasi sekolah, ratusan orang tua murid itu sempat memasuki halaman SATP dan melakukan protes kepada pihak SATP.

Aparat kepolisian yang menerima informasi tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian, dan melakukan komunikasi dengan para orang tua murid dan pihak SATP.

Kapolsek Mimika Baru, AKP Dionisius VDP Helan, SIK yang ditemui wartawan di lokasi kejadian menjelaskan kedatangan para orang tua murid itu lantaran adanya ketidak-puasan sehingga mereka ingin menanyakan langsung ke pihak sekolah.

“Hal-hal yang berkaitan tidak puas dari para orang tua, tapi sudah kami respon dengan cepat. Yang jelas kasus ini (pencabulan dan kekerasan, red) sudah ditangani oleh pihak kepolisian,” jelasnya.

Kapolsek juga menjelaskan bahwa dari hasil koordinasi, maka Senin (15/3) hari ini akan dilakukan pertemuan antara pihak sekolah, keluarga para korban dan PT Freeport Indonesia (PTFI) yang difasilitasi oleh pihak kepolisian. “Tidak ada anarkis, situasi aman dan kondisif,” singkat AKP Dion.

Sementara itu salah satu perwakilan orang tua murid, Oktovianus Kum dalam kesempatan yang sama juga menekankan bahwa terkait dengan adanya kasus pencabulan dan kekerasan yang dilakukan oleh tersangka DFL, maka pihak kepolisian harus memproses tersangka sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Kita mau yayasan Lokon tangani sekolah ini lagi. Kami mau YPMAK saja yang tangani seperti dulu lagi. Dan kami mau supaya karyawan, pembina sampai security harus anak-anak Papua sendiri. Jadi kami mau harus diproses hukum sesuai hukum yang berlaku,” tegas Oktovianus.(tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *