oleh

Kampung Nawaripi Kerja Sama dengan Kamajaya Papua

TIMIKA – Untuk mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK) dan kawasan wisata di Kampung Nawaripi, Distrik Wania maka pihak kampung bekerja sama dengan Keluarga Alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta (Kamajaya) Provinsi Papua.

Ketua Kamajaya Provinsi Papua, Christo Saklil, ST, AMP dalam pres releasenya, Selasa (16/3) mengungkapkan, jika tujuan dibentuknya BLK dan kawasan wisata mengacu pada visi misi Presiden Jokowi dan Wapres Ma’aruf Amin.

Dimana, dalam visi dan misi tersebut ada pembangunan SDM. Jika di kaitkan dengan visi misi gubernur dan wakil gubernur Papua pada point keenam, yaitu meningkatkan kualitas SDM agar mampu menatagunakan segala potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, meningkatkan daya saing dalam menghadapi segala tantangan dan persaingan di era globalisasi, begitu juga visi misi Bupati dan wakil Bupati Mimika termuat meningkatkan kualitas SDM Mimika.

“Didirikanya BLK dan kawasan wisata di Kampung Nawaripi ini guna meningkatkan SDM dan dengan visi misi Presiden, Gubernur” jelas Christo.

Kampung Nawaripi lanjutnya, berinisiatif membuat kampung inovatif guna memajukan SDM di kampung Nawaripi terlebih khusus bagi anak-anak Mimika yang tidak beruntung mengenyam pendidikan juga anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan namun minim keterampilan, sehingga mereka bisa dibekali dengan keterampilan yang kelak akan pergunakan untuk meningkatkan SDM.

Tentunya untuk mewjudkan hal tersebut sesuai dengan regulasi pemerintah dan didukung dengan kajian studi, Kamajaya akan bersama dengan Pusat Study Kawasan Indonesia Timur UAJY (Puskit). Diketahui Pemerintah Kampung Nawaripi telah menyiapkan kurang lebih 12 hektar lahan yang terdiri dari 10 hektar untuk kawasan wisata dan 2 hektar untuk BLK.

“Kami akan buat kampung inovatif/kampung percontohan, tapi harus didukung dengan regulasi yang jelas,” jelasnya.

Anggota Asosiasi Ikatan Ahli Manajemen Proyek Indonesia (IAMPI) itu menambahkan, BLK membutuhkan waktu 1,5 tahun yang akan dimulai pada bulan Maret 2021 tahun 2022 mendatang dan dibagi menjadi 3 tahap. Sedangkan kawasan wisata akan dibuka mulai pertengahan tahun 2021 yang memakan waktu kurang lebih 2 tahun.

Ia berharap, dua program tersebut dapat berjalan dengan dukungan dari pemerintah dan juga pihak Freeport melalui dana CSR, sebab BLK tersebut fokus pada putra-putri Mimika. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *