oleh

Musrenbang Distrik Miru Hasilkan 209 Kegiatan Senilai Rp 203 Miliar

TIMIKA – Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika mulai menyusun rencana pembangunan Tahun 2022 mendatang. Prosesnya dimulai dari tingkat bawah melalui Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbang) tingkat distrik.

Sejumlah distrik mulai menggelar Musrenbang salah satunya Distrik Mimika Baru pada hari Selasa (16/3) kemarin di Bobaigo Keuskupan Timika. Kegiatan dibuka oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Yulianus Sasarari didampingi Kepala Bappeda Mimika, Ir Yohana Paliling, MSi dan Kepala Distrik Mimika Baru, Dedy Pakouma.

Dari Musrenbang yang diikuti 11 kelurahan dan tiga kampung itu menghasilkan 209 kegiatan senilai Rp 203 miliar. Adapun kelurahan di lingkup Distrik Miru diantaranya, Kelurahan Timika Jaya, Wanagon, Kwamki, Perintis, Timika Indah, Dingo Narama, Kebun Siri, Pasar Sentral, Koperapoka, Sempan dan Otomona. Sedang kampung diantaranya yakni Kampung Nayaro, Minabua dan Hangaiji.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Yulianus Sasarari mengungkapkan tema pembangunan Tahun 2021 adalah Mendorong Pemulihan Ekonomi Daerah Demi Kesejahteraan Masyarakat Untuk Pertumbuhan Ekonomi Yang Berkesinambungan.

Musrenbang kata dia adalah, forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan di tingkat distrik untuk mendapatkan masukan mengenai kegiatan prioritas pembangunan di wilayah distrik yang didasarkan pada masukan dari kampung/kelurahan di distrik yang bersangkutan.

Musrenbang di distrik merupakan forum musyawarah antar para pemangku kepentingan untuk membahas dan menyepakati langkah-langkah penangnan program kegiatan prioritas yang tercantum dalam daftar usulan rencana kegiatan pembangunan kampung/kelurahan yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan daerah kabupaten di wilayah distrik.

Adapun tujuan Musrenbang kata Yulianus, adalah untuk membahas dan menyepakati usulan rencana kegiatan pembangunan kampung/kelurahan yang menjadi kegiatan prioritas pembangunan. Membahas dan menyepakati kegiatan prioritas pembangunan di wilayah distrik yang belum tercakup dalam prioritas kegiatan pembangunan kampung. Menyepakati pengelompokan kegiatan prioritas pembangunan di wilayah distrik berdasarkan tugas dan fungsi perangkat daerah kabupaten.

Hasil dari Musrenbang tingkat distrik ini akan dibawa dan dibahas dalam penyusunan rencana kerja perangkat daerah dalam Musrenbang RKPD tingkat kabupaten yang akan digelar pada akhir bulan ini.

Dalam pelaksanaan Musrenbang, ditambahkan Kepala Distrik Miru, Dedi Pakouma pihaknya menggunakan atribut noken sebagai bentuk pemberdayaan terhadap mama-mama. Jika selama ini menggunakan map plastik maka ia ingin merubah dengan menggunakan noken yang lebih bermanfaat. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *