oleh

Pemda Segera Bayar Utang Tahap Pertama Rp 210 Miliar

TIMIKA – Utang kepada pihak ketiga akibat defisit APBD Tahun 2020 mencapai Rp 300 miliar lebih. Sebagai kewajiban, Pemda Mimika segera membayar. Pembayaran akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp 210 miliar dan tahap kedua sekitar Rp 100 miliar.

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH yang ditemui di Lapangan Upacara Kantor Pusat Pemerintahan, Rabu (17/3) kemarin mengatakan Peraturan Bupati tentang Perubahan Penjabaran APBD Tahun 2021 akan dijadikan dasar pembayaran mendahului Perda APBD Perubahan.

Pembayaran kata Bupati Omaleng akan dilakukan dua kali. Tahap pertama Rp 210 miliar dengan Perbup. “Sisanya dibayar setelah APBD Perubahan dibahas bersama DPRD. Kalau Perbup ini (DPRD) hanya mengetahui saja bukan bahas lagi. Karena utang ada sekitar Rp 300 miliar lebih sehingga Rp 210 miliar ini kita anggarkan mendahului perubahan. Kemudian sisanya sekitar Rp 100 miliar kita bayar melalui APBD Perubahan,” jelas Bupati.

Agar segera diproses, Bupati memerintahkan seluruh pimpinan OPD untuk menyerahkan laporan utang kepada Inspektorat untuk dilakukan validasi sebelum dilakukan pembayaran oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Bupati mencatat masih ada 9 OPD yang belum memasukkan laporan utang. “Kalau tidak dimasukkan maka kami tidak akan bayar,” tegasnya.

Meski Tahun 2020 menyisakan utang yang cukup besar namun Bupati Omaleng menilai capaian pembangunan cukup bagus. Tapi ia juga menyesalkan ada beberapa proyek yang progresnya sangat terlambat padahal kontraknya multi years.

Ia mengatakan meskipun pembayaran belum seluruhnya tapi kontraktor harus tetap bekerja supaya proyek cepat selesai. Seperti Jalan Cenderawasih yang terus dikebut untuk mengejar even PON pada Oktober 2021 mendatang. “Kenyataan di lapangan, tidak sesuai harapan,” terangnya.

Harusnya jata Bupati Omaleng, kontraktor bekerja lebih cepat karena kontrak sudah ditandatangani. Pemda Mimika pasti akan membayar meskipun secara bertahap. Menurutnya, jika pekerjaan selesai lebih cepat maka kontraktor yang akan diuntungkan. Dimana sisa waktu dari kontrak itu hanya menunggu pembayaran saja.(sun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *