oleh

Kasus Pengeroyokan di Pomako, Dua Pihak Sepakat Berdamai

TIMIKA- Kasus pengeroyokan yang dilakukan 5 orang tersangka masing-masing berinisial AR, IH, EI, AS, dan DL terhadap korban Soter M yang terjadi Minggu (7/3) lalu di Pomako, telah diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak keluarga para tersangka dengan keluarga korban.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK yang ditemui Radar Timika, Kamis (18/3) kemarin menjelaskan, bahwa proses penyelesaian secara kekeluargaan kasus tersebut, atas kesepatakan kedua pihak sendiri.

“Internal mereka (keluarga tersangka dan korban-red) informasinya sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Makanya kami dari penyidik masih menunggu dari mereka untuk permohonan pencabutan laporan, dan surat perjanjian kesepakatan damai,”tuturnya.

Lebih lanjut kata Kasat Reskrim, bahwa apabila surat permohonan pencabulan laporan polisi dan surat kesepakatan damai, telah dilampirkan ke pihak penyidik sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Prosedurnya kalau dari pihak pelaku maupun korban sudah membuat permohonan pencabulan laporan, nanti kami laporkan ke pimpinan dan nanti pimpinan yang mengarahkan seperti apa. Yang jelas dari pihak mereka sudah informasikan ke kami bahwa kedua pihak sepakat berdamai, dan mereka juga tembusan ke jaksa. Makanya jaksa juga informasikan ke kami,”urai AKP Hermanto.

Kasat juga menjelaskan bahwa di era kepemimpinan Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat ini, ada beberapa kebijakan yang patut diperhatikan dalam penanganan perkara.

“Memang pimpinan kami dalam hal ini pak Kapolri yang baru ini, upayakan restorative justice dalam penanganan perkara. Tapi kalau nanti dalam restorative justice itu tidak menemukan titik terang, ya proses hukum harus lanjut karena demi keadilan. Tapi kalau selama itu korban tidak keberatan untuk selesaikan baik-baik, ya tidak masalah yang penting sesuai dengan prosedurnya,”jelasnya.

Untuk diketahui imbas dari kasus pengeroyokan itu, memicu terjadinya keributan yang mengakibatkan seorang warga yang diketahui bernama Anderas, mengalami luka akibat terkena tembakan. Akibatnya terjadi aksi pemalangan ruas jalan yang menghubungkan Pomako dengan Kota Timika pada Senin (8/3) lalu. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *