oleh

Penggunaan Absensi Sidik Jari Bisa Jadi Acuan Gaji Pegawai

TIMIKA – Banyak harapan diungkapkan oleh wakil rakyat setelah pemerintah kembali mengaktifkan penggunaan absensi sidik jari kepada semua pegawai dan tenaga honorer di lingkup Pemda Mimika. Dengan penggunaan absensi sidik jari ini, maka kedisiplinan para pegawai akan lebih terkontrol lagi dan hal ini akan berimbas pada pemberian gaji dan tunjangan.

Ketua DPRD, Robby Kamaniel Omaleng, Senin (22/3) mengatakan ia mengapresiasi adanya penggunaan absensi sidik jari yang kini mulai diaktifkan lagi seperti yang baru diuji coba kepada para pegawai di Bagian Setwan DPRD.

Melalui penggunaan absensi sidik jari ini, Robby berharap agar kedisiplinan para pegawai dan tenaga honorer bisa terukur. Bila dibandingkan dengan penggunaan absensi secara manual kata Robby, hal ini tidak sejalan dengan hak yang diperoleh semua pegawai. Akan ada ketidakadilan bagi pegawai yang malas masuk kantor yang pegawai yang rajin berkantor.

“Dengan Sekda sudah ambil langkah seperti itu (absensi sidik jari), ini satu langkah yang positif, tinggal kepala-kepala dinas mempertegas apa yang sudah diinstruksikan,” jelasnya.

Lanjut Robby, setiap kepala dinas punya tanggung jawab untuk melihat tingkat kedisiplinan para bawahannya. Ia juga berharap agar para pegawai yang mengenakan pakaian dinas, tidak lantas malas-malasan dan acuh terhadap pekerjaanya. Namun, upaya untuk penegakan disiplin pegawai dengan penggunaan absensi sidik jari inilah kata Robby, akan menjadi tolak ukur kedisiplinan pegawai itu sendiri.

“Mereka ini dibayar dengan uang negara jadi mereka harus benar-benar sebagai abdi negara,” tegasnya.

Sementara untuk sanksi kepada pegawai dan tenaga honorer yang masih mangkir dari tugasnya sebut Robby, memang harus dilaksanakan sesuai dengan UU ASN.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, dalam kurun waktu beberapa bulan ke depan ia berharap tetap ada evaluasi dalam hal kedisiplinan pegawai.

“Saya harap bukan slogan saya, tapi ada evaluasi dan sanksi yang diberikan harus sesuai aturan,” pungkasnya. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *