oleh

Pertikaian di Perempatan SP 1 – SP 4 Dipastikan Akibat Miras Sudah Berakhir Damai

TIMIKA- Polisi memastikan sempat terjadi di pertikaian warga masyarakat yang diduga akibat miras pada Minggu (22/3) malam di persimpangan SP I – SP IV yang melibatkan warga sekitar. 76 personel aparat keamanan disiagakan pada malam itu, untuk mengantisipasi adanya bentrok susulan.

Wakapolres Mimika, Kompol Sarraju divsela-sela pemantauan menjelaskan, pertikaian itu dimulai kemungkinan karena adanya salah satu masyarakat yang mabuk kemudian mengganggu orang lain. Kemudian, dibalas dan terjadilah pertikaian yang lebih besar. “Itu dari arah SP 1 maupun SP 4,” sebutnya.

Hal itu kemudian direspon kepolisian. Selain Kompol Sarraju, turut hadir pula Kapolsek Miru, AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan. “Ada juga Koramil Kota dan unsur distrik serta pihak-pihak yang ditokohkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam penanganan pertikaian itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak-pihak yang mengetahui kejadian untuk diajak ke Polsek Miru untuk menjelaskan duduk permasalahan.

“Situasi kondusif dan kami masih terus menenangkan masyarakat,” katanya.

Untuk korban dalam pertikaian ini, disebutnya ada satu orang yang langsung diarahkan untuk berobat. “Memang ada luka tapi tidak mengkhawatirkan. Kemudian diantar ke Polsek Miru untuk dimintai keterangan lebih lanjut mengenai hal yang dialami,” terang Kompol Sarraju.

Di sisi lain, Kompol Sarraju mengingatkan warga untuk tidak langsung percaya informasi yang beredar. “Jangan terpengaruh isu apalagi sampai melakukan apa-apa yang melanggar hukum,” tegasnya.

Para tokoh masyarakat maupun tokoh adat juga diharapkan Kompol Sarraju untuk tetap tergerak agar membimbing dan mengarahkan masyarakat untuk selalu patuh pada hukum dan menghindari hal-hal yang merugikan terutama pengaruh minuman keras.

Pertikaian Berakhir Damai

Sementara itu, Kapolsek Mimika Baru, AKP Dionisius VDP Helan, SIK mengatakan pasca terjadinya keributan antar dua kelompok masyarakat di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di perempatan SP 1 dan SP 4, Minggu (21/3) malam, pihaknya telah memediasi kedua pihak, untuk melakukan pertemuan pada Senin (22/3) dini hari di kantor Polsek Mimika Baru.

“Jadi kami laporkan terkait perkembangan masalah yang terjadi di perempatan SP 1 dan SP 4, memang cukup menjadi atensi dari pimpinan kami. Dan semalam (kemarin malam-red) telah dilakukan mediasi di Polsek Miru sini, dan dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing kelompok yang bertikai,”ungkap Kapolsek yang ditemui wartawan, Senin kemarin di kantor Polsek Mimika Baru.

Lebih lanjut kata AKP Dion bahwa dari hasil mediasi antara kedua pihak yang di fasilitasi oleh pihak kepolisian, telah disepakati bersama untuk persoalan yang terjadi antara dua kelompok masyarakat itu diselesaikan secara damai.

“Dari rangkaian itu, respon cepat yang dipimpin langsung oleh bapak Wakapolres dan kurang lebih pukul 02.00 WIT dini hari dilakukan proses mediasi. Dan dari hasil mediasi itu, keluarkan kesepakatan bersama di mana ada biaya pengobatan. Dan yang jelas kedua pihak sudah sepakat, masalah ini diselesaikan secara baik. Dan mereka juga merasa ada yang salah karena satunya dalam keadaan miras, dan satunya lagi dalam keadaan emosi sehingga melakukan penganiayaan,”urai Kapolsek.

Kapolsek menambahkan keributan antara dua kelompok masyarakat itu bermula, saat salah satu oknum warga yang dalam kondisi mabuk akibat pengaruh miras lokal (Milo), melakukan pengrusakan terhadap salah satu kios di sekitar TKP.

Sehingga oknum warga mabuk itu, akhirnya menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang ada di TKP.

“Kiosnya dirusak, dipanggil teman-temannya datang lakukan pengeroyokan. Yang dikeroyok tidak terima lalu panggil lagi rekan-rekannya akhirnya sempat terjadi aksi saling lempar, tapi kami respon dengan cepat. Sehingga sampai pagi ini (kemarin-red) situasi di lokasi kejadian sudah kondusif. Dan personel yang kita siagakan di TKP sudah kita tarik kembali,”jelas AKP Dion.

Dalam kesempatan itu Kapolsek juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Timika, apabila ada permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, melainkan segera melaporkan kepada pihak yang berwajib.

“Ini negara hukum jadi semua kami berharap masyarakat, bisa lebih dewasa lagi dalam melakukan suatu tindakan. Ada kami selaku kepolisian, dan kami tidak tinggal diam. Semua itu ada aturannya tidak main hakim sendiri,”pungkasnya. (tns/dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *