oleh

1.603 Pegawai Pemda Mimika Divaksin

TIMIKA – Vaksinasi terhadap pelayan publik secara bertahap dilakukan. Mulai Rabu (24/3) vaksinasi dijadwalkan bagi pegawai lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika baik itu Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun honorer.

Vaksinasi digelar di Kantor Pusat Pemerintahan pada lima gedung sekaligus. Lobby Gedung A untuk para asisten dan pegawai serta honorer pada bagian Setda Mimika. Secara bersamaan vaksinasi juga dilakukan di Gedung B, C, D dan E bagi semua OPD. Sementara OPD yang berkantor di luar Kantor Pusat Pemerintahan dijadwalkan tersendiri.

Total ada 1.603 pegawai yang terdaftar untuk divaksin. Vaksinasi melibatkan beberapa Puskesmas diantaranya Puskesmas Jile Yale, Puskesmas Limau Asri, Puskesmas Bhintuka, Puskesmas Kwamki, Puskesmas Wania, Puskesmas Mapurujaya, Puskesmas Pasar Sentral.

Vaksin masih menggunakan Vaksin Sinovac. Sekretaris Dinas Kesehatan Mimika, Mareslino Mameyao menegaskan vaksin Sinovac masih aman digunakan dan tidak mengalami masa kedaluarsa seperti isu yang berkembang. Sementara untuk vaksin Astraseneca belum didistribusikan bagi Kabupaten Mimika.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Yulianus Sasarari  menegaskan sesuai instruksi Bupati maka semua pegawai harus divaksin. Sebab ASN adalah kategori pelayan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Kita beri pelayanan harus ada jaminan kesehatan,” tegasnya.

Tapi kata dia, setelah divaksin pegawai harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. “Jangan berpikir setelah vaksin terus merasa bebas. Vaksin pertama 14 hari baru vaksin kedua. Setelah vaksin kedua tunggu sampai 30 hari baru terbentuk kekebalan tubuh jadi harus tetap pakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,” ujarnya.

Sebelum pencanangan vaksinasi massal bagi pegawai, Dinas Perikanan terlebih dahulu sudah mengikuti vaksinasi dengan mendatangani Puskesmas Jile Yale. Kepala Dinas Perikanan, Leentje Siwabessy mengarahkan seluruh pegawainya mengingat Dinas Perikanan sering berhubungan dengan masyarakat termasuk di Pomako hingga Balai Benih Ikan di SP 13.

Sebanyak hampir 60 pegawai Dinas Perikanan sudah divaksin. “Kami ingin memberikan rasa aman ketika kita melakukan pelayanan kepada masyarakat. Pegawai juga bisa membentuk kekebalan tubuh supaya merasa nyaman dan aman melakukan tugas sehari-hari,” ujarnya.

Beberapa hari setelah divaksin Leentje mengaku tidak mengalami efek samping. Begitu juga dengan pegawai lainnya. Sehingga ia berharap para pegawai lainnya tidak takut karena vaksinasi tidak dilakukan begitu saja. Ada proses skrining yang dilakukan untuk memastikan kelayakan. Bahkan setelah divaskin pun, terus dipantau.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *